Tanah Laut – Di balik megahnya bentang Jembatan Garuda yang kini semakin nyata, masih ada pekerjaan penting yang terus dikebut oleh personel Kodim 1009/Tanah Laut. Tak hanya memastikan konstruksi utama berdiri kokoh, mereka juga memperkuat benteng alami di sekitar pondasi dengan memasang siring dari kayu galam sebagai penahan abrasi, Rabu (01/07/2026).
Personel TNI dari Kodim 1009/Tanah Laut bersama warga bahu-membahu mengangkat, menata, dan menancapkan batang-batang kayu galam di sepanjang tepi sungai. Satu per satu kayu dipasang dengan presisi untuk membentuk dinding penahan yang akan melindungi tanah di sekitar pondasi dari ancaman gerusan arus sungai.
Pekerjaan ini menjadi bagian penting dalam penyempurnaan pembangunan Jembatan Garuda. Keberadaan siring kayu galam berfungsi menjaga kestabilan tanah sekaligus memperkuat area sekitar pondasi agar tetap aman dari abrasi yang dapat mengurangi kekuatan struktur bangunan dalam jangka panjang.
Meski harus bekerja di medan yang licin dan berlumpur dengan terpaan terik matahari, semangat personel Kodim 1009/Tanah Laut tidak surut. Dengan penuh kekompakan, setiap batang kayu dipastikan tertancap kuat sehingga mampu menjadi pelindung bagi konstruksi jembatan yang telah dibangun melalui kerja keras selama berbulan-bulan.
Progres pembangunan pun terus bergerak menuju tahap penyelesaian. Setelah rangka utama, menara pilon, kabel utama, hingga lantai jembatan berhasil terpasang, kini perhatian difokuskan pada penyempurnaan bagian pendukung agar Jembatan Garuda tidak hanya berdiri megah, tetapi juga memiliki daya tahan yang kuat terhadap pengaruh alam.
Sedikit demi sedikit, setiap pekerjaan yang diselesaikan menjadi bukti nyata dedikasi personel Kodim 1009/Tanah Laut bersama masyarakat dalam mewujudkan jembatan impian warga Handil Labuan Amas. Jembatan Garuda bukan sekadar penghubung dua wilayah, melainkan simbol semangat gotong royong, pengabdian, dan kebersamaan yang akan terus dikenang oleh masyarakat Tanah Laut. (Pendim 1009/Tla)














