Mojokerto, 5 Juni 2026 || Detik24jam.id – Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni menjadi momentum bermakna bagi segenap elemen masyarakat untuk merenungkan kembali hubungan harmonis antara manusia dan alam. Peringatan yang ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor A/RES/2994 (XXVII) pada tahun 1972 dan pertama kali dirayakan setahun kemudian ini, senantiasa menjadi pengingat global untuk senantiasa meningkatkan kesadaran, menginspirasi perubahan perilaku, serta mendorong aksi kolektif demi mewujudkan bumi yang lebih sehat, seimbang, dan lestari bagi generasi masa kini maupun mendatang.
Mengusung semangat tersebut, Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH) Jawa Timur menggelar aksi nyata pelestarian alam yang sarat makna. Bertempat di kawasan Puthuk Sempu, yang berada di ketinggian 860 meter di atas permukaan laut, tepatnya di sepanjang jalur pendakian dan area sekitarnya di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dilaksanakan kegiatan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon. Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan ekosistem pegunungan yang memiliki peran vital sebagai daerah resapan air dan penyangga keseimbangan alam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin dan pengurus Komnas PPLH dari berbagai daerah, antara lain Ketua Komnas PPLH Jawa Timur, Bapak Agus Widji; Ketua Komnas PPLH Gresik, Bapak Hilal Ulfi; Ketua Komnas PPLH Mojokerto, Bapak Efendi; serta turut hadir Ketua Komnas PPLH Madiun, Bapak Luluk. Kehadiran para pemimpin ini mencerminkan kesatuan visi bahwa upaya pelestarian lingkungan memerlukan sinergi yang kuat lintas wilayah.
Dalam sambutannya, Ketua Komnas PPLH Jawa Timur, Bapak Agus Widji, menegaskan bahwa keberadaan lembaganya memiliki dua pilar utama yang saling melengkapi, yakni pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan bertanggung jawab, sekaligus upaya pelestarian agar kekayaan alam tidak punah dimakan zaman. “Kawasan Puthuk Sempu yang indah ini bukan hanya menjadi aset pariwisata yang memanjakan mata, melainkan memiliki fungsi ekologis yang sangat strategis bagi kehidupan masyarakat di dataran rendah. Menanam pohon hari ini berarti kita sedang menanam harapan akan ketersediaan air bersih, pencegahan erosi, serta terjaganya keanekaragaman hayati. Kami berharap, apa yang kami lakukan di sini dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, Ketua Komnas PPLH Gresik,bapak Hilal Ulfi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif tersebut. Beliau menilai bahwa aksi ini merupakan langkah nyata yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar seruan semata. “Gerakan seperti ini harus terus digalakkan dan disebarluaskan. Kami akan membawa semangat yang sama ini kembali ke daerah kami, agar pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup dapat tumbuh subur di setiap penjuru wilayah, menciptakan lingkungan yang asri dan berkelanjutan,” tambahnya.6
Ketua Komnas PPLH Mojokerto, Bapak Efendi, menambahkan bahwa kegiatan ini juga ditujukan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian di kalangan masyarakat sekitar maupun para pengunjung. “Kami mengajak seluruh elemen, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk memahami bahwa menjaga alam bukanlah tugas yang harus ditunda. Mari kita rawat apa yang telah kita tanam hari ini, dan jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan hanya saat peringatan hari besar saja,” pesannya.
Lebih dari sekadar penanaman pohon, rangkaian acara ini juga diisi dengan penyuluhan mendalam mengenai prinsip pemanfaatan alam yang berkelanjutan, teknik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, serta pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan lindung. Diharapkan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini tidak hanya meninggalkan ratusan pohon yang tumbuh subur di Puthuk Sempu, namun juga menanamkan benih kesadaran yang terus berkembang, mendorong terciptanya gerakan pelestarian lingkungan yang masif dan berkelanjutan di seluruh Jawa Timur.
“Redaksi”














