Sampang || Detik24jam.id — Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti Pendopo Kabupaten Sampang, Selasa (28/4/2026), saat ratusan calon jemaah haji resmi dinyatakan siap berangkat ke Tanah Suci. Sebanyak 618 jemaah dari berbagai latar belakang usia dan kehidupan kini bersiap menapaki perjalanan spiritual yang dinanti seumur hidup.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan puncak dari proses panjang persiapan fisik, mental, dan spiritual. Pemerintah Kabupaten Sampang memastikan seluruh jemaah telah melalui rangkaian pembekalan intensif agar mampu menjalankan ibadah haji secara tertib, aman, dan sesuai tuntunan.
Sekretaris Daerah Sampang, Yuliadi Setiawan, mengungkapkan bahwa total jemaah terdiri dari 313 laki-laki dan 305 perempuan yang telah memenuhi seluruh persyaratan keberangkatan.
“Mereka adalah representasi masyarakat Sampang yang siap menjadi tamu Allah tahun ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang, yakni kloter 67 dan 68.
“Keberangkatan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia pusat,” tambahnya.
Menariknya, rentang usia jemaah tahun ini cukup mencolok. Jemaah tertua berusia 95 tahun, sementara yang termuda baru menginjak 15 tahun. Fakta ini menjadi gambaran kuat bahwa panggilan haji melintasi batas usia, menghadirkan semangat ibadah lintas generasi.
“Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, serta keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” harap Yuliadi dalam sambutannya, yang disambut lantunan doa dari para hadirin.
Pembekalan yang diberikan tidak hanya berfokus pada manasik haji, tetapi juga mencakup aspek kesehatan, etika, serta kesiapan mental menghadapi berbagai kondisi di Arab Saudi. Hal ini dinilai penting untuk meminimalisasi risiko selama pelaksanaan ibadah.
“Dengan persiapan yang matang, kami berharap seluruh jemaah mampu menjalankan rukun dan sunnah haji dengan sempurna, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” tegasnya.
Keberangkatan ratusan jemaah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sampang. Di balik langkah mereka menuju Tanah Suci, tersimpan doa keluarga dan harapan besar masyarakat agar perjalanan ini membawa keberkahan, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi daerah yang mereka tinggalkan.(MLDN)













