TULUNGAGUNG || Detik24jam.id – Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang semula dijadwalkan 8 sampai 21 Juni 2026 resmi ditunda secara nasional. Penundaan itu berdasarkan perintah langsung Korlantas Polri dan Asisten Utama Operasi Kapolri yang diteruskan ke seluruh jajaran Polres.
Hal tersebut disampaikan Kepala satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, S.T.K., S.I.K., M.H melalui KBO Satlantas Polres Tulungagung Iptu Zainudin saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Rabu, 10 Juni 2026.
Iptu Zainudin menjelaskan, penundaan operasi berkaitan dengan persiapan menyambut Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026 mendatang. Menjelang momen tersebut, Polri berkomitmen membangun citra positif di masyarakat dengan mengurangi penindakan hukum secara manual.
“Kegiatan saat ini lebih difokuskan pada upaya preemtif dan preventif atau tindakan pencegahan. Kami mengurangi upaya penegakan hukum, terkecuali untuk pelanggaran berat yang kasat mata seperti penggunaan knalpot brong,” ujar Iptu Zainudin.
Meski penilangan manual dikurangi, sistem tilang elektronik ETLE dipastikan tetap beroperasi normal untuk memantau pelanggaran di jalan raya.
Hingga saat ini, Satlantas Polres Tulungagung belum bisa memastikan jadwal baru Operasi Patuh Semeru karena masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Mabes Polri.
*Situasi Tulungagung Tetap Kondusif*
Iptu Zainudin menegaskan, penundaan operasi tidak memberikan dampak negatif terhadap situasi lalu lintas di Tulungagung. Angka pelanggaran masih relatif aman dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menganggap penundaan ini sebagai celah untuk melanggar aturan.
“Masyarakat diharapkan tetap menjaga etika berkendara yang santun dan tertib, bukan karena takut ditilang petugas, melainkan demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Satlantas Polres Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan pencegahan guna menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.
“Redaksi”
















