Sampang || Detik24jam.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus memperkuat langkah reformasi birokrasi dan transformasi digital melalui kegiatan Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar di lingkungan Pemkab Sampang, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Muhammad Taufiq, DEA., sebagai narasumber utama dalam ceramah isu strategis bertema “Mewujudkan Kinerja Birokrasi Modern dan Peran Kepemimpinan Kepala OPD dalam Akselerasi Digitalisasi Daerah.”
Ceramah tersebut menyoroti urgensi perubahan birokrasi dari sistem yang kaku dan berbelit menjadi birokrasi yang adaptif, efisien, berorientasi hasil, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Reformasi birokrasi ditegaskan tidak boleh berhenti pada aspek administratif, tetapi harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, seperti peningkatan kualitas pelayanan publik, penurunan kemiskinan, dan penguatan iklim investasi daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital merupakan agenda strategis nasional yang wajib dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh instansi pemerintah daerah. Menurutnya, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi modern yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar birokrasi tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat akan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel,” tegas Yuliadi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala OPD diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, sekaligus teladan dalam membangun mindset dan budaya kerja digital di unit kerja masing-masing.
“Perubahan harus dimulai dari pimpinan. Kepala OPD harus mampu membangun pola pikir digital, menggeser cara kerja manual dan konvensional menuju sistem yang terintegrasi, berbasis data, dan berorientasi kinerja,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut mengemuka, mulai dari tantangan perubahan pola pikir ASN, ketimpangan infrastruktur digital, penataan SDM aparatur berbasis merit, hingga resistensi terhadap perubahan. Menyikapi hal itu, Sekda Sampang mendorong penguatan kompetensi digital ASN melalui pelatihan berkelanjutan serta peningkatan sinergi antar-OPD, khususnya dengan Dinas Kominfo sebagai leading sector digitalisasi daerah.
“Digitalisasi birokrasi harus dilandasi integritas. Teknologi harus menjadi alat untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan terpercaya, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Sampang berharap para pimpinan OPD memiliki wawasan, perspektif kebijakan, dan komitmen yang kuat untuk menyusun roadmap digitalisasi di masing-masing perangkat daerah, selaras dengan kebijakan SPBE dan prioritas pembangunan daerah.
Kegiatan pengembangan kompetensi ASN tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Sampang dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, melayani, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (MLDN)

