​Tutup Celah Nepotisme! Seleksi 9 Calon Perangkat Desa Morowudi Dituntut Bebas Sogokan dan Intervensi

by

GRESIK || Detik24jam.id –

Proses seleksi Perangkat Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, kini menjadi sorotan tajam publik. Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Desa Morowudi resmi menetapkan 9 bakal calon perangkat desa yang lolos verifikasi administrasi dan berhak melangkah ke tahapan ujian seleksi berikutnya pada 1 Oktober 2026.

 

​Pelaksanaan ujian ini mendapat perhatian ketat dari masyarakat setempat yang merindukan proses seleksi yang transparan, jujur, objektif, serta profesional—bebas dari praktik nepotisme, intervensi, maupun transaksi finansial.

 

​Sorotan tegas datang dari Ketua Presidium DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Djaka Hikmatul Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., atau yang akrab disapa Gus Aulia. Tokoh yang dikenal aktif di dunia perlindungan konsumen dan pembela hak-hak masyarakat ini menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat jalannya seleksi hingga selesai guna memastikan proses berjalan sesuai ketentuan dan mencegah munculnya indikasi penyimpangan.

 

​”Kami dari PWDPI akan terus melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses yang sedang berjalan hingga hasil ujian diumumkan secara resmi. Jangan sampai ada indikasi permainan, kecurangan, atau transaksi di balik layar,” tegas Gus Aulia.

 

​Secara khusus, perhatian masyarakat dan PWDPI juga tertuju kepada Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang dipercaya sebagai tim penguji. Gus Aulia mengimbau pihak UNESA untuk menjaga independensi, integritas, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta secara terbuka.

 

​”Sebagai pihak penyelenggara penguji, UNESA kami himbau agar wajib terbuka, transparan, serta menolak ‘bahasa titipan’ ataupun intervensi,” lanjutnya.

 

​Menjawab tuntutan warga dan pengawasan publik, Ketua Panitia P3D Desa Morowudi menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan tahapan ujian secara bersih. Pihaknya menjamin proses seleksi tidak akan dipengaruhi oleh faktor kedekatan maupun finansial.

 

​”Kami berharap ujian kali ini dapat berjalan sesuai harapan masyarakat. Prosesnya harus berjalan dengan baik dan objektif. Yang dinilai murni adalah kemampuan dan hasil peserta dalam mengikuti ujian,” ujar Ketua Panitia P3D.

 

​Dukungan serupa disampaikan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Morowudi. Ia menegaskan bahwa BPD akan mengawasi seluruh tahapan agar berjalan akuntabel dan transparan, sehingga hasil akhirnya dapat diterima secara terbuka dan dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga.

 

​Masyarakat Desa Morowudi menegaskan bahwa desa mereka tidak hanya membutuhkan perangkat desa yang sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan sosok yang kompeten, berintegritas, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat.

 

​”Biarkan hasil ujian dan kemampuan murni peserta yang menentukan. Masyarakat berharap tidak ada permainan kecurangan, sogokan, maupun intervensi di balik proses seleksi ini,” pungkas warga.

 

​*REDAKSI*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *