Gresik || Detik24jam.id – Program PERTANIAN yang dikelola melalui GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) Desa Sekar Putih, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, kini menjadi sorotan tajam dari masyarakat LSM dan berbagai media
Program yang bersumber dari PEMERINTAH serta bantuan provinsi tersebut justru memunculkan tanda tanya besar, bukan hanya soal manfaatnya, tetapi juga transparansi pengelolaannya yang dinilai minim bahkan nyaris tak terlihat.
Sejak GAPOKTAN tersebut berdiri, sejumlah warga mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan terbuka mengenai kegiatan tersebut, laporan pertanggungjawaban (LPJ), maupun perkembangan program yang digadang-gadang untuk menopang KELOMPOK TANI yang ada di desa.
Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup rapat dari masyarakat.
Banyak warga menilai GAPOKTAN dan POKTAN terkesan berjalan dalam lingkaran terbatas, hanya melibatkan pihak-pihak tertentu yang dekat dengan struktur pemerintahan desa
(RANGKAP JABATAN)
Akibatnya, muncul anggapan bahwa manfaat program tidak dirasakan luas oleh masyarakat, bahkan memunculkan dugaan adanya potensi penyimpangan anggaran.
Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari salah satu pihak internal GAPOKTAN dan POKTAN, disebutkan bahwa sejak tahun 2021 hingga 2025 dana yang telah masuk mencapai ratusan juta rupiah.
Namun hingga kini, kelompok tani serta warga mengaku belum melihat hasil nyata yang sepadan dengan besarnya dana tersebut. Tidak tampak unit usaha koperasi berkembang signifikan, tidak ada laporan terbuka, dan tidak ada forum evaluasi publik.
Sejak berdirinya GAPOKTAN
Pertanyaan besar pun menggema di tengah masyarakat:dan kelompok tani ke mana sebenarnya aliran dana GAPOKTAN Desa Sekar Putih sejak peralihan pengurus baru dari ( alm bapak muji santoso ) yang sangat rapi dan baik dalam pengelolaan dan administrasinya,
Beralih ke bpk MARIKUM sebagai ketua dan bpk NGATEMIN sebagai wakilnya pd waktu itu hingga sekarang ketuanya di jabat langsung oleh bpk NGATEMIN sediri sangat buruk dan bobrok dalam pengelolaanya
Entah sudah berapa tahun tidak pernah ada LPJ lagi atau laporan apapun kepada kelompok tani
Banyak persoalan di GAPOKTAN desa sekar putih kec balong oanggang gresik ini , mulai bantuan alat alat pertanian dari pemerintah yang sudah turun, combi traktor diesel air motor tossa sumur bor dll untuk menopang kelompok tani
Tapi anehnya bantuan alat alat tersebut nyaris tidak ada warga dan kelompok tani yang tau/ tidak pernah tau bantuan alat alat tersebut di kemanakan selama ini
Apa sebegitu rakusnya pengurus gapoktan saat ini,
Sejumlah pengamat tata kelola desa menilai kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan indikasi pengelolaan dana dan inventaris desa yang tidak optimal, bahkan bisa mengarah pada dugaan program fiktif jika tidak ada transparansi dan bukti aktivitas nyata.
Mereka menekankan pentingnya audit independen serta evaluasi menyeluruh terhadap manajemen GAPOKTAN dan POKTAN
Kekhawatiran lain juga mencuat bahwa sebagian GAPOKTAN di berbagai daerah kerap didirikan sekadar memenuhi formalitas administratif, tanpa rencana matang dan tanpa pengawasan ketat.
Jika hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin dana publik terpakai tanpa dampak ekonomi jelas bagi KELOMPOK TANI atau masyarakat
Situasi semakin memanas ketika upaya konfirmasi kepada salah satu pengurus GAPOKTAN Desa Sekar Putih kec Balong panggang gresik
awalnya tidak mendapat tanggapan baik dari ketuanya sendiri
Sikap diam tersebut justru memperkuat persepsi publik bahwa ada hal yang sedang disembunyikan.
Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi resmi dari pihak desa maupun pengelola GAPOKTAN
Di sisi lain, dokumen apapun tidak ada sama sekali yang ada hanya segepok tumpukan yang ga jelas isinya
Termasuk tidak pernah adanya LPJ dari mulai peralihan pengurus lama yang sudah berjalan bertahun tahun sampai sekarang
Tidak sedikit yang menduga jg adanya ketidaksesuaian dan penyimpangan dalam pengelolaannya.
Bahkan muncul dugaan serius mengenai kemungkinan akan ada manipulasi laporan pertanggungjawaban nanti, meski hal tersebut masih perlu pembuktian melalui audit resmi.
Publik kini berharap adanya keterbukaan penuh dari pemerintah desa sekar putih ke balong panggang gresik dan pengurus GAPOKTAN Transparansi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral terhadap dana publik yang seharusnya kembali kepada kesejahteraan masyarakat.
Jika dugaan penyimpangan ini benar, konsekuensinya bukan sekadar kerugian finansial, tetapi juga rusaknya kepercayaan masyarakat terhadap program pemberdayaan desa. Sebaliknya, jika tidak ada pelanggaran, klarifikasi terbuka justru akan mengembalikan kepercayaan publik.
Satu hal yang pasti, masyarakat Desa Sekar Putih menunggu jawaban jelas, bukan sekadar laporan di atas kertas lalu menghilang
Karena program prigram di desa bukan milik segelintir orang, melainkan hak seluruh warga yang seharusnya merasakan manfaat nyata, bukan hanya janji dan angka dalam dokumen.
*REDAKSI*

