Pasuruan || Detik24jam.id — Upaya membangun karakter anak sejak usia dini terus dilakukan melalui sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan, dan orang tua. Hal tersebut diwujudkan KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos., bersama Banum Satbinmas Pengatur TK I Teguh Warsito, melalui kegiatan Cooling System dan dialog interaktif di Aula KB/RA Persis Bangil, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB itu diikuti kepala sekolah, dewan guru, para murid, serta sekitar 75 wali murid KB/RA Persis Bangil. Minggu (6/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Iptu Bambang Hariyadi memberikan pembinaan mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai disiplin kepada anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan mampu menjadi teladan dengan membiasakan anak disiplin waktu, berbuat baik, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki akhlak yang baik. Orang tua juga didorong untuk aktif berkomunikasi dengan anak, termasuk menanyakan apa yang dipelajari di sekolah setiap hari, sehingga perkembangan dan pergaulan anak dapat terus terpantau.
Selain pendidikan karakter, kesadaran hukum juga menjadi salah satu materi utama yang disampaikan. Iptu Bambang mengingatkan agar kepatuhan terhadap aturan tidak hanya muncul ketika ada petugas kepolisian, melainkan tumbuh dari kesadaran pribadi. Ia juga mengajak para guru dan wali murid untuk bersinergi menjaga anak-anak dari berbagai pengaruh negatif, seperti kenakalan anak, penyalahgunaan narkoba, bullying, minuman keras, judi online, gengster, balap liar, hingga tindak kriminalitas. Perhatian orang tua terhadap aktivitas anak di luar sekolah juga dinilai penting, termasuk memastikan anak pulang tepat waktu dan mengetahui lingkungan pergaulannya.
Dalam bidang keselamatan berlalu lintas, para wali murid dan dewan guru juga diberikan edukasi agar senantiasa tertib dan menaati peraturan. Iptu Bambang menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap diawali oleh pelanggaran aturan maupun kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk selalu menggunakan helm, melengkapi surat-surat kendaraan, serta berkendara sesuai ketentuan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Tak kalah penting, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Para wali murid diajak untuk bijak bermedia sosial dengan membiasakan diri membaca, menyaring, dan menelaah kebenaran sebuah informasi sebelum membagikannya agar tidak terjebak dalam penyebaran berita bohong atau persoalan hukum terkait UU ITE.
Suasana dialog berlangsung interaktif ketika sejumlah wali murid menyampaikan pertanyaan dan persoalan yang mereka hadapi dalam mendidik anak. Bu Linda, salah seorang wali murid, menanyakan langkah yang tepat dalam menghadapi kasus bullying terhadap anak yang belum mampu menulis dan kemudian diejek serta bukunya dicorat-coret oleh teman-temannya. Sementara itu, Bu Mauliyah berkonsultasi mengenai cara mendidik anak yang memiliki jarak usia cukup dekat dengan kakaknya. Berbagai pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi kepolisian untuk memberikan pemahaman dan solusi kepada para orang tua agar mampu menghadapi persoalan tumbuh kembang serta pergaulan anak secara bijak.
Melalui kegiatan Cooling System dan dialog interaktif tersebut, Polres Pasuruan berharap terbangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak-anak KB/RA Persis Bangil. Sinergi antara polisi, guru, dan orang tua diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus terjalin melalui komunikasi dan kepedulian bersama dalam mengawal tumbuh kembang generasi penerus. Dengan keteladanan orang tua, bimbingan guru, serta dukungan kepolisian, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak, peduli, taat aturan, dan mampu melangkah dengan percaya diri untuk meraih cita-cita.
*REDAKSI*

