Sepanjang 2024-2026 Madura Jadi Peredaran Narkoba Paling Masif 

by

Madura || Detik24jam – Peredaran narkoba di wilayah Madura selama dua tahun terakhir (periode 2024-2026) menunjukkan situasi yang masih berada dalam kondisi darurat narkoba dengan volume barang bukti yang sangat besar dan modus operandi yang semakin terselubung.

 

Sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026, jumlah kasus peredaran gelap narkoba di empat kabupaten di Madura terus mengalami peningkatan signifikan.

 

Data yang ada peredaran Narkotika di Jatim masih mengkhawatirkan, khususnya di Pulau Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep). Meski aparat terus membongkar jaringan hingga tingkat bandar menunjukkan tanda-tanda mereda.

 

52 kilogram sabu: ditemukan di perairan Pulau Masalembu, Sumenep, pada Juni 2025. Temuan ini tercatat sebagai salah satu penyitaan sabu terbesar dalan sejarah pengungkapan narkoba di Madura.

 

27,83 Kilogram kokain: ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Kecamatan Giligenting, Sumenep, pada April 2026.

 

14,8 kilogram sabu dan 8,3 kilogram ganja: barang bukti tersebut dimusnahkan oleh BNNP Jawa Timur di Sampang April 2025.

 

6,8 kilogram sabu dan 10,6 kilogran ganja: dimusnahkan di Pamekasan pada Juni 2025.

 

5.44 kilogram sabu: jaringan narkoba asal Malaysia berhasil digagalkan di Bangkalan pada Juli 2026.

 

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim berharap provinsi ini tidak boleh terus dicap sebagai wilayah rawan peredaran narkotika, khususnya di wilayah Madura. Pemangku kepentingan harus bergerak bersama melakukan langkah yang luar biasa agar Jawa Timur terbebas dari jerat Narkoba.

 

Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan Andy Firasadi menyikapi ancaman Jatim terjadi Narkoba, menyusul ditemukannya temuan Ganja 3,37 Ton di Gresik dan 5,4 Kg Sabu-sabu di Bangkalan Madura dalam rentan 1 bulan, bulan Juli kemarin.

 

“Kalau setiap tahun ribuan kasus terus terungkap, artinya kita sedang menghadapi ancaman yang sangat serius. Penangkapan memang penting, tetapi negara tidak boleh kalah dalam upaya pencegahan,” Ujarnya.

 

*REDAKSI*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *