GRESIK || DETIK24JAM.ID – Masyarakat Desa Putatlor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digegerkan dugaan peristiwa tidak senonoh yang menyeret seorang oknum kepala dusun (kasun) dengan seorang perangkat desa lain di Kecamatan Menganti. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Balai Desa Putat Lor pada Jumat (14/8/2026) malam.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, pada malam tersebut berlangsung rapat Karang Taruna di pendopo Balai Desa Putatlor. Setelah kegiatan selesai, sejumlah warga melihat situasi yang dinilai mencurigakan di sekitar halaman balai desa.
Kecurigaan warga semakin menguat setelah mendapati sebuah sepeda motor terparkir di sisi Balai Desa Putatlor, tepatnya di sekitar area kamar mandi.
Salah seorang warga membenarkan adanya penggerebekan terhadap seorang oknum kepala dusun. Namun, warga tersebut meminta agar keterangan lebih lanjut dikonfirmasi kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Putatlor yang disebut berada di lokasi ketika kejadian.
“Benar ada peristiwa penggerebekan yang dilakukan warga terhadap salah satu oknum kepala dusun. Lebih jelasnya silakan tanya kepada Pak Sekdes karena beliau ada di lokasi saat kejadian,” ungkap warga sambil meminta namanya dirahasiakan, Minggu (15/8/2026).
Menurut keterangan warga tersebut, awalnya beberapa warga melihat ada orang yang masuk ke kantor desa. Mereka khawatir terjadi pencurian komputer maupun peralatan kantor lainnya. Karena itu, warga kemudian memeriksa salah satu ruangan yang kondisinya gelap dan pintunya tidak terkunci.
Dengan menggunakan cahaya dari telepon seluler, warga menerangi bagian dalam ruangan. Mereka kemudian mendapati dua orang di dalam ruangan, laki laki dan perempuan.
Laki-laki tersebut merupakan oknum Kepala Dusun Kletak berinisial S, sedangkan perempuan disebut berinisial Y, seorang perangkat Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.
“Mereka ditemukan oleh warga dalam ruangan gelap, yang perempuan hanya mengenakan baju atasan tanpa bawahan,” jelasnya.
Kabar tersebut kemudian menyebar dan membuat suasana di sekitar Balai Desa Putatlor ramai hingga larut malam.
Dugaan perbuatan tidak senonoh tersebut menjadi sorotan serius karena terjadi di lingkungan kantor pemerintahan desa, tempat yang semestinya dijaga kehormatan, ketertiban, dan menjadi contoh bagi masyarakat.
Terlebih, S disebut telah berkeluarga, dan juga seorang kepala dusun yang seharusnya menjadi panutan, bukan malah menjadi cerminan buruk warganya.
Warga Desa Putatlor berharap pemerintah desa maupun pihak berwenang segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif. Jika dugaan tersebut terbukti, masyarakat meminta adanya tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Warga meminta Kasun untuk mundur. Perangkat desa seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan di kantor desa,” ujar warga.
Sementara itu, Sekdes Putatlor Junaedi Ahmad yang disebut berada di lokasi saat kejadian, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan.
Pj Kepala Desa Putatlor Eko juga belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. Begitu pula Camat Menganti Bagus Arif Jauhari belum memberikan respons terkait dugaan peristiwa tersebut.
Masyarakat kini menunggu kejelasan dari pemerintah desa dan pihak terkait. Mereka meminta persoalan tersebut tidak ditutup-tutupi dan diproses secara transparan berdasarkan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.
*REDAKSI*

