SAMPANG || Detik24jam.id – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang mendorong pemerintah daerah memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui organisasi kerohanian Islam (Rohis) di sekolah, program mentoring, serta peningkatan pengawasan di ruang publik sebagai langkah mencegah perilaku menyimpang.
Menurutnya, dakwah yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) harus berjalan secara santun, bertanggung jawab, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pola dakwah yang hanya mengandalkan kegiatan besar dinilai perlu diimbangi dengan pendekatan yang lebih personal dan berkelanjutan.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang Mahfud, mengatakan pembinaan di lingkungan sekolah harus diperkuat melalui aktivasi kembali Rohis maupun program mentoring dalam kelompok kecil. Skema tersebut dinilai lebih efektif karena memungkinkan guru berperan sebagai pembimbing sekaligus pendamping bagi para siswa.
“Pendekatan kelompok kecil akan membuat proses pembinaan lebih terarah. Guru dapat memberikan pendampingan secara langsung sehingga mampu membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial peserta didik,” ujarnya. Senin (20/06/2026).
Selain pembinaan di sekolah, ia juga menyoroti minimnya anggaran pendampingan dan pemulihan (recovery) yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah diminta mengevaluasi besaran anggaran agar program pembinaan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Mahfud juga mengusulkan peningkatan pengawasan publik melalui pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis. Kamera pengawas yang memiliki jangkauan rotasi luas dinilai akan lebih efektif dalam memantau aktivitas masyarakat.
Pengawasan tersebut, lanjutnya, harus didukung patroli rutin dari instansi terkait, termasuk Satpol PP, guna mencegah terjadinya pelanggaran ketertiban umum maupun perilaku yang meresahkan masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sampang juga menilai sejumlah regulasi daerah perlu disesuaikan dengan aturan terbaru dari pemerintah pusat. Revisi aturan dan penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan, pengawasan, serta perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, ormas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan berkarakter di Kabupaten Sampang.
*Redaksi*

