TULUNGAGUNG || Detik24jam.id – Polres Tulungagung Polda Jawa Timur, menerjunkan 823 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat di Kabupaten Tulungagung. Pengamanan besar-besaran digelar sejak Selasa malam 16 Juni 2026 guna memastikan tradisi Jawa berjalan tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.
Pantauan Detik24jam.id di lapangan, personel Satlantas, Sabhara, Intelkam, dan Polsek jajaran disebar di titik rawan, jalur konvoi, serta lokasi pengesahan. Fokus utama pengamanan: pengaturan arus lalu lintas, antisipasi konvoi berlebihan, dan pencegahan potensi gesekan antar kelompok perguruan.
*Nihil Laka Lantas, Situasi Kondusif*
Hingga Rabu 17 Juni 2026, situasi kamtibmas di Kabupaten Tulungagung terpantau *aman dan kondusif*. Tidak ada laporan konvoi liar yang memicu kemacetan maupun insiden yang merugikan masyarakat selama kegiatan pengesahan berlangsung.
Arahan Resmi Kapolres AKBP Dr. Ihram Kustarto
Kapolres Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K.,M.Si., M.H. menegaskan, pengerahan 823 personel gabungan merupakan keputusan resmi Polres Tulungagung untuk menjamin pengesahan warga baru perguruan silat berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu masyarakat.
“Kami menghormati tradisi. Tapi tradisi tanpa aturan akan menimbulkan masalah. Karena itu 823 personel kami siagakan. Tujuannya satu: *Tulungagung tertib, aman, ayem, dan tentrem*. Silakan bertradisi, tapi wajib koordinasi dan tertib lalu lintas,” tegas Kapolres AKBP Dr. Ihram Kustarto.
*Statement Resmi Kasatlantas via KBO Satlantas: Nihil Laka Lantas*
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H. melalui KBO Satlantas IPTU Zainudin memberikan keterangan resmi terkait perkembangan lalu lintas kepada wartawan Media Detik24jam.id, Rabu 17 Juni 2026.
“Alhamdulillah, untuk masalah lalu lintas selama kegiatan pengesahan warga baru perguruan silat di Kabupaten Tulungagung, hasilnya *nihil tidak ada kecelakaan lalu lintas* dan situasi arus kendaraan tetap lancar serta kondusif. Ini berkat pengawalan dan pengaturan maksimal dari 823 personel gabungan di lapangan,” terang IPTU Zainudin mewakili Kasatlantas AKP Ivan Danara Oktavian.
Beliau menambahkan, kunci keberhasilan ini adalah koordinasi awal dari setiap perguruan yang menggelar kegiatan. Dengan menyampaikan rute dan waktu kepada Polres/Polsek, personel Satlantas bisa melakukan pengawalan sejak awal sehingga hak pengguna jalan lain tetap terlindungi sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.
*Catatan Detik24jam.id: Tradisi Kuat = Tradisi Tertib Hukum*
Keberhasilan pengamanan dengan hasil nihil laka lantas membuktikan tradisi dan hukum bisa berjalan beriringan. Kasatlantas AKP Ivan Danara Oktavian, S.Tr.K., S.I.K., M.H. melalui KBO Satlantas IPTU Zainudin menegaskan, Polri menghormati tradisi namun konvoi harus pakai pengawalan, tidak boleh arogan di jalan, dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.
“Jika melanggar, personel di lapangan berhak menindak sesuai aturan,” tegas IPTU Zainudin.
@Redaksi@















