Sampang || Detik24jam.id – Kecelakaan tunggal yang tragis menimpa satu keluarga yang terdiri dari empat orang setelah motor listrik yang mereka kendarai menabrak tiang besi pembatas jalan akibat mengalami rem blong di jalur turunan tajam Jalan Merapi, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, pada Selasa (16/06).
Insiden naas ini terjadi saat pengendara motor bernama Indri, sedang membonceng anaknya yang bernama Septi, serta dua keponakannya, Chika dan Noval, melaju tak terkendali dari arah atas tanjakan hingga akhirnya menghantam fasilitas pembatas di pinggir jalan dengan keras.
Seorang warga setempat yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan menjelaskan bahwa motor listrik yang dikendarai satu keluarga itu meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah atas tanjakan karena sistem pengeremannya mendadak tidak berfungsi. Dirinya mengaku sempat berinisiatif untuk menghadang dan membantu mengeremkan laju motor tersebut secara manual, namun momentum kendaraan yang terlalu cepat membuat posisinya tidak mampu menjangkau stang kemudi korban.
“Saat melihat motor melaju kencang dari atas tanjakan, saya langsung berinisiatif mau membantu menghentikan laju motornya, tapi naas kecepatan kendaraan terlalu tinggi dan saya tidak bisa menjangkaunya secara langsung,” katanya.
Saksi mata tersebut menambahkan bahwa situasi di lokasi seketika berubah menjadi tegang karena warga sekitar yang menyadari bahaya langsung berteriak histeris memberi komando kepada korban.
Menurut pengakuannya, warga berulang kali berteriak meminta Indri agar segera menurunkan kedua kakinya ke permukaan aspal sebagai upaya darurat untuk mengurangi kecepatan, namun instruksi tersebut tidak sempat menyelamatkan korban hingga akhirnya benturan keras dengan tiang besi tidak dapat dihindarkan.
“Saya dan beberapa warga di sekitar lokasi bahkan sudah berteriak keras menyuruh ibunya agar kakinya diturunkan ke aspal untuk menahan laju motor, tapi karena panik tetap tidak bisa membantu dan Ibu Indri langsung menabrak tiang pembatas jalan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, narasumber mewakili warga Kampung Merapi menyatakan penyesalan dan protes keras mereka atas keberadaan instalasi besi pembatas jalan di kawasan tersebut yang dinilai justru mempersempit ruang gerak pengguna jalan. Warga mengeluhkan bahwa pemasangan tiang besi itu membuat akses jalan yang dasarnya sudah sempit menjadi kian terbatas, sehingga ruang untuk berbelok, menanjak, maupun menurun menjadi sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas.
“Sebenarnya kami sebagai warga sangat menyayangkan adanya besi pembatas itu karena arus lalu lintas malah tambah sempit, serta kesempatan pengendara untuk belok, turun, atau menanjak menjadi sangat terbatas,” jelasnya.
Pada akhir keterangannya, warga mendesak instansi pemerintah dan pihak berwenang terkait untuk segera turun ke lapangan guna menindaklanjuti keresahan ini dengan membongkar atau mengevaluasi keberadaan besi pembatas tersebut demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Warga menegaskan bahwa fasilitas pembatas tersebut sama sekali tidak membawa asas manfaat bagi masyarakat setempat, melainkan justru menjadi momok menakutkan yang sering memicu fatalitas kecelakaan fatal saat ada kendaraan mengalami kendala teknis di jalur turunan.
@Redaksi@














