Pasuruan || Detik24jam.id – Di tengah upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan penuh nilai kemanusiaan, kegiatan penyuluhan anti bullying dan kekerasan di lingkungan madrasah digelar di MA Darut Taqwa Pondok Ngalah, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menghadirkan pembinaan sekaligus deklarasi bersama jenjang RA, MI, MTs, dan MA dalam rangka menjaga harkamtibmas serta mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan madrasah.
Kegiatan ini menghadirkan KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, sebagai narasumber utama yang memberikan penyuluhan dan pencerahan mengenai bahaya bullying serta kekerasan di lingkungan pendidikan. Dalam suasana penuh perhatian dan kebersamaan, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab yang membuka ruang komunikasi antara aparat kepolisian dan para pengelola madrasah.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars madrasah, pembacaan doa, hingga sambutan dari jajaran kepala madrasah Kabupaten Pasuruan. Hadir pula berbagai unsur pendidikan dan pemangku kepentingan, mulai dari forum komunikasi IGRA, MI, MTs, KKM, MA, kepala madrasah se-Kabupaten Pasuruan, hingga perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur yang menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga marwah dunia pendidikan.
Dalam materi pembinaannya, Iptu Bambang Hariyadi menegaskan pentingnya pencegahan dini terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk bullying dan kekerasan seksual di lingkungan madrasah. Para pengurus dan pimpinan madrasah diimbau agar tidak lengah serta meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik, sehingga tidak ada pihak yang terlibat, baik sebagai pelaku maupun korban dari tindakan yang melanggar norma agama dan hukum.
Lebih jauh, peserta diajak membangun budaya keberanian untuk speak up atau berani menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi lebih awal perilaku menyimpang, baik antar sesama peserta didik maupun dari pihak pengasuh atau pengelola madrasah, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan bijaksana.
Selain itu, penyuluhan juga menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial. Di era digital saat ini, arus informasi yang begitu cepat dinilai dapat menjadi pisau bermata dua apabila tidak disikapi dengan kecerdasan dan tanggung jawab. Oleh sebab itu, seluruh peserta diajak membangun budaya digital yang sehat, santun, dan tidak menjadi ruang tumbuhnya perundungan baru.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, ramah, dan terbebas dari tindakan bullying maupun kekerasan. Sinergi antara kepolisian, pengelola madrasah, dan seluruh elemen pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi berkarakter positif, bertanggung jawab, serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Redaksi”














