Wujud Pengabdian Nyata : Kadis DLH Gresik Hadiri Penanaman 50.000 Mangrove di Manyar, Lahan Tak Produktif Kembali Hidup dan Bernilai Ekonomi

oleh
oleh
banner 468x60

GRESIK || Detik24jam.id -Komitmen pelestarian lingkungan dan pemulihan kawasan pesisir terus diperkuat di Kabupaten Gresik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menghadiri kegiatan penanaman 50.000 bibit mangrove di Dusun Namei, Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (06/06/2026) pukul 06.00 WIB.

banner 336x280

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Sri Subaidah mengungkapkan rasa syukur atas perubahan positif yang terjadi di kawasan pesisir Karangrejo. Menurutnya, wilayah yang sebelumnya mengalami penurunan produktivitas kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan berkat kerja sama berbagai pihak dalam menjaga lingkungan.

“Perkembangan yang terjadi di Karangrejo sangat luar biasa. Dulu ada lahan tambak yang tidak produktif, namun kini mulai kembali produktif dan dapat dimanfaatkan masyarakat seperti sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penanaman mangrove tidak hanya berfungsi sebagai benteng alami untuk mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang dapat mendukung sektor perikanan dan perekonomian warga.

 

Sorotan dan Apresiasi dari Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI)

Aksi nyata yang diinisiasi oleh jajaran DLH Kabupaten Gresik ini memantik respons positif dari berbagai elemen penegak pilar kontrol sosial. Salah satunya datang dari Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kabupaten Gresik.

 

Di hadapan awak media, Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph.,secara tegas menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas langkah taktis dan wujud nyata yang ditunjukkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik beserta seluruh pihak yang terlibat.

 

“Kami dari jajaran LPK-RI DPC Kabupaten Gresik sangat mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan oleh Ibu Kadis DLH Gresik. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap hak-hak masyarakat pesisir guna mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan produktif. Transformasi lahan tambak telantar menjadi kawasan bernilai ekonomi ini wajib dikawal dan dicontoh oleh wilayah lain,” tegas Gus Aulia, Kepada tim media.

 

Program penanaman 50.000 mangrove tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan lingkungan pesisir sekaligus menjaga keberlangsungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Masyarakat Desa Karangrejo berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkelanjutan agar kawasan pesisir Manyar semakin hijau, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi maupun ekologis bagi warga sekitar.

Penanaman mangrove massal ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, elemen masyarakat, lembaga kontrol sosial, dan para pemangku kepentingan mampu mengubah kawasan yang sebelumnya kurang produktif menjadi wilayah yang lebih lestari, tangguh, dan bernilai bagi masa depan Kabupaten Gresik.

 

“Redaksi”

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.