Bali || Detik24jam.id — Tokoh masyarakat Bali, Ketut Isma Jaya, sekaligus Ketua Umum Yayasan Ksatria Keris Bali menolak secara tegas kehadiran Ormas Madas (Madura Asli) di tengah Bali. Meskipun Ormas dianggap legal Ketut Putra Isma Jaya kekeuh menolak kehadiran Madas di Bali.
Menurut keterangan video unggahan Instagram pribadinya ketut_putra_ismajaya, ingin menjaga tanah leluhur yang sudah diberikan. Ia juga menampik adanya kepentingan apapun dan murni atas suara masyarakat Bali.
“Dulu pernah ada ribut ketika ada Ormas Hercules (GRIB) berdiri. Kenapa saya bersuara, karena saya menjaga warisan leluhur yang ada di tanah Bali,” tegas Ketut Putra dalam keterangan video.
Ketut Putra Isma Jaya juga mengajak kepada warga Madura yang ada di Bali untuk tidak bergabung dan beraktivitas dengan Ormas Madas. Ia juga khawatir nanti akan ada gesekan dengan Ormas Madas yang dapat menimbulkan kerugian dengan masyarakat Madura.
Ketut Putra Isma Jaya juga menambahkan, jika Ormas diberi izin beroperasi maka Ormas yang lain juga ikut hadir di Bali.
Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali memberikan klarifikasi terkait beredarnya video dan informasi di media sosial mengenai pelantikan Pengurus DPW Masyarakat Madas Asli Nusantara (Madas Nusantara) Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung PWI Bali pada 17 Mei 2026.
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Bali, Gede Adhi Tiana Putra, menegaskan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta tidak hadir secara langsung dalam acara pelantikan tersebut.
Terkait legalitas Organisasi, Gede Adhi menjelaskan DPW Madas Nusantara Provinsi Bali telah melalui proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Verifikasi dilakukan oleh Kesbangpol Kota Denpasar maupun Kesbangpol Provinsi Bali karena sekretariat Organisasi tersebut berada di wilayah Kota Denpasar.
“Redaksi”















