SURABAYA || Detik24jam.id – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan pentingnya evaluasi dan percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Forkopimda dan dinas terkait, bertempat Harris Hotel & Conventions Gubeng, Jl. Bangka No.08-18, Gubeng, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur Kamis (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Sampang menyampaikan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sejak awal 2025 guna mendukung visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia.
“Program MBG tidak hanya meningkatkan kesehatan kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sumber daya lokal,” ujar H. Slamet Junaidi.
Ia menjelaskan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada ketersediaan anggaran, sumber daya manusia, serta infrastruktur.
Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki peran krusial dalam memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan, mulai dari penyediaan bahan baku hingga ketepatan sasaran distribusi.
Pemkab Sampang, lanjutnya, telah mengambil berbagai langkah strategis, di antaranya mengintegrasikan program lintas OPD, menyediakan lahan dan infrastruktur, memperkuat ekonomi lokal, serta memfasilitasi perizinan operasional SPPG seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain itu, untuk memperkuat koordinasi, Pemkab Sampang juga membentuk Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG yang diketuai Wakil Bupati Sampang.
Terkait progres, Bupati memaparkan bahwa hingga saat ini terdapat 147 SPPG terdaftar di Sampang, dengan 129 unit aktif beroperasi, 5 unit berhenti sementara, dan 13 unit belum beroperasi. Dari jumlah tersebut, 94 SPPG telah memiliki SLHS, 26 masih dalam proses, dan 27 belum mengurus sertifikasi.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Slamet Junaidi mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait aduan masyarakat mengenai menu dan komposisi makanan yang dinilai belum sesuai standar.
Sebagai solusi, Pemkab Sampang meluncurkan inovasi aplikasi “Lapor MBG” untuk menampung pengaduan masyarakat secara langsung. Aplikasi tersebut terhubung dengan masing-masing SPPG guna mempercepat penanganan laporan dan meningkatkan kualitas layanan.
“Kami berharap melalui forum ini dapat ditemukan solusi bersama atas berbagai permasalahan, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pihak demi keberhasilan program MBG,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Sampang berharap program MBG mampu memberikan dampak nyata, seperti penurunan angka kemiskinan, penurunan prevalensi stunting, serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sampang. (MLDN)

