Sampang || Detik24jam.id — Nasib tragis dialami Matdehri, warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Petani 56 tahun itu tewas usai dibacok Habli, ketika menggarap sawahnya kemarin (10/3/2026).
Kini Habli harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Dia tiba di Polres Sampang dengan keadaan tangan terborgol pada pukul 12.45 kemarin (10/3/2026). Pelaku pembacokan itu disebut-sebut sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Saat dilakukan pemeriksaan di Polres Sampang, Habli dapat menjawab pertanyaan polisi. Namun, jawabnya terkesan ngawur. Misalnya, saat ditanya tentang identitas dirinya. “Saya umur 100 tahun, warga Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang,” katanya.
Tidak hanya itu, Habli juga menyampaikan jawaban nyeleneh saat ditanya alasannya dibawa ke Mapolres Sampang. “Saya tidak tahu. Sultan Agung palsu dipalsuķan, masyarakat tidak mengakuinya,” bebernya.
Kasihumas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo menyatakan, pembacokan yang menyebabkan korban tewas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB kemarin (10/3/2026). Peristiwa itu terjadi di Dusun Derbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Sampang.
“Matdehri merupakan petani atau pekebun di Dusun Gur Bungur, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang,” bebernya.
Pembacokan itu terjadi saat Matdehri tengah menggarap sawahnya di Dusun Derbing, Desa Tragih. Pelaku datang dengan membawa bambu yang ujungnya terpasang sebilah pisau. Tiba-tiba, pelaku mengejar korban ke arah timur sekitar 30 meter.
Nahasnya, korban terjatuh lantaran terkena pukul bambu yang dibawa pelaku. Warga mengetahui keributan antar keduanya langsung berusaha melerai. Namun Habli terlanjur menusukkan ujung bambu yang terpasang pisau ke dada sebelah kiri korban. (MLDN)

