Pulang Pisau – Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan nasional, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) melakukan langkah terobosan yang cerdas dan inovatif. Melalui kegiatan Tanam Raya Serentak Kuartal I Tahun 2026, Polda Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuktikan bahwa sinergi kuat dengan dunia usaha adalah kunci utama mewujudkan kedaulatan pangan.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (07/03/2026) ini merupakan bagian dari program nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri secara terpusat dari Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Di Kalimantan Tengah, aksi nyata ini dipusatkan di area perkebunan sawit milik PT Menteng Kencana Mas (MKM), Kabupaten Pulang Pisau, sebagai bentuk nyata kolaborasi sektor swasta dalam pembangunan nasional.
Strategi yang diusung dalam Tanam Raya kali ini adalah ekstensifikasi pertanian melalui pemanfaatan ruang kosong di antara tanaman sawit (intercropping). Langkah ini menjadi solusi cerdas untuk meningkatkan produksi pangan tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru, melainkan dengan mengoptimalkan potensi lahan perkebunan sela yang sudah ada milik dunia usaha.
Dari total 400 hektare lahan perkebunan yang dikelola oleh PT MKM, tim berhasil mengidentifikasi efektivitas lahan sebesar 32 persen yang dapat dioptimalkan. Hasilnya, tersedia 128 hektare lahan sela yang kini resmi ditanami jagung, membuktikan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis sebagai penyedia ruang produksi pangan alternatif.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, dan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si. Kehadiran pimpinan daerah ini sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada PT Menteng Kencana Mas yang telah membuka akses lahan perkebunannya demi kepentingan nasional.
Kapolda Kalteng menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan potret ideal kemitraan antara dunia usaha, pemerintah, dan aparat keamanan (TNI-Polri).
“Kerjasama dengan dunia usaha seperti ini adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berkontribusi langsung pada penguatan kedaulatan pangan daerah. Kami tidak hanya mengamankan, tapi juga mendampingi agar investasi lahan produktif ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” tegas Kapolda Kalteng.
Polda Kalteng berkomitmen untuk terus merangkul lebih banyak pelaku usaha di Kalimantan Tengah agar ikut serta dalam program serupa. Dukungan Polri mencakup pengamanan jalur distribusi, koordinasi lintas sektor, hingga penggerakan potensi masyarakat di sekitar area perusahaan agar pemanfaatan lahan memberikan dampak ekonomi nyata.
Melalui momentum Tanam Raya ini, diharapkan semangat gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha terus tumbuh. Optimalisasi lahan sawit untuk tanaman jagung ini diproyeksikan tidak hanya akan mendongkrak angka produksi pangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal di sekitar area operasional perusahaan.
Dengan langkah inovatif “Jagung di Sela Sawit” dan dukungan penuh dunia usaha, Kalimantan Tengah optimis dapat mengukuhkan posisinya sebagai lumbung pangan penyangga nasional yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan di tahun 2026.














