Sampang || Detik24jam.id — Dinas Sosial Kabupaten Sampang bergerak cepat merespons kondisi memprihatinkan dua lansia kakak beradik yang hidup dalam keterbatasan di Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung. Kedua lansia tersebut, Masdijha (70) dan adiknya Patha (60), selama ini tinggal di gubuk reyot yang nyaris roboh dan jauh dari kata layak huni. Minggu,11/01/2026.
Kondisi ini mencuat sebagai persoalan sosial serius, apa yang terjadi adalah hunian tidak layak bagi lansia, siapa Masdijha dan Patha, di mana di Dusun Lenteng Barat Desa Nyiloh, kapan mendapat respons cepat dalam beberapa hari terakhir, mengapa karena keterbatasan ekonomi dan usia lanjut, serta bagaimana penanganannya melalui koordinasi lintas instansi dan pengusulan bantuan sosial.
Masdijha dan Patha tinggal berdua di sebuah gubuk berukuran sekitar 5 x 7 meter yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus dapur. Bangunan berdinding anyaman bambu itu tampak rapuh, berlubang di sejumlah bagian, dan tidak mampu memberikan perlindungan layak, terutama bagi lansia dengan kondisi fisik yang kian rentan.
Berdasarkan data Dinas Sosial, Masdijha tercatat masuk desil 1, kategori keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Ia juga merupakan penerima Bantuan Langsung Tunai Sosial Kesejahteraan (BLTS Kesra) serta terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang melalui Erwin, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal penanganan.
“Ya benar, yang kami lakukan adalah koordinasi dengan pihak kecamatan dan juga BAZNAS,” ujar Erwin.
Tak hanya itu, Dinsos juga mengajukan bantuan tambahan ke pemerintah pusat.
“Kami juga mengusulkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako ke kementerian,” jelasnya.
Menurut Erwin, seluruh proses pengusulan tersebut kini masih menunggu tindak lanjut. “Jadi kita tunggu saja usulan tersebut, semoga bisa ditindaklanjuti oleh Kementerian Sosial,” katanya.
Dinas Sosial memastikan akan terus memantau kondisi Masdijha dan Patha serta menyiapkan langkah lanjutan agar kedua lansia tersebut memperoleh perlindungan sosial yang lebih layak dan berkelanjutan, sembari mendorong kolaborasi semua pihak dalam menangani kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan.(M.A).
Caption foto:
Masdijha (70) dan adiknya Patha (60), lansia kakak beradik penerima bantuan sosial, bertahan hidup di gubuk reyot berdinding anyaman bambu di Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Sampang. (MLDN)

