Sampang || Detik24jam.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menepis tudingan tidak mengizinkan atau menghambat agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) Muhammadiyah ke-113 yang rencananya akan digelar di Pendopo Trunojoyo, Selasa (16/12/2025).
Pemkab Sampang menegaskan bahwa penutupan sementara penggunaan Pendopo Trunojoyo sama sekali tidak berkaitan dengan penolakan terhadap organisasi Muhammadiyah maupun kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, melainkan murni karena alasan teknis dan keselamatan fasilitas negara.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Sudarmanta, menjelaskan bahwa saat ini Pendopo Trunojoyo tengah menjalani proses perbaikan dan perawatan sistem kelistrikan yang dinilai krusial dan tidak dapat ditunda.
“Perlu kami luruskan, tidak ada unsur pelarangan atau penolakan terhadap agenda Harlah Muhammadiyah maupun kehadiran Menteri. Penutupan Pendopo ini murni karena faktor teknis, yakni perbaikan dan perawatan sistem kelistrikan demi keamanan bersama,” tegas Sudarmanta.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pengecekan internal yang menemukan adanya gangguan pada sistem listrik Pendopo. Jika tetap dipaksakan digunakan, dikhawatirkan dapat membahayakan tamu undangan, panitia, maupun aset negara.
“Pendopo Trunojoyo adalah fasilitas negara yang digunakan untuk kegiatan resmi. Keamanan menjadi prioritas utama. Kami tidak ingin mengambil risiko, apalagi kegiatan berskala besar yang melibatkan banyak orang dan pejabat negara,” imbuhnya.
Pemkab Sampang juga telah mengeluarkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh pemohon pinjam pakai Pendopo bahwa fasilitas tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu selama tiga hari, terhitung sejak 15 hingga 18 Desember 2025, guna memastikan proses perbaikan berjalan optimal.
Menurut Sudarmanta, kebijakan tersebut bersifat umum dan tidak ditujukan kepada satu pihak tertentu. Seluruh agenda yang telah mengajukan penggunaan Pendopo pada rentang waktu tersebut juga terdampak kebijakan yang sama.
“Kami berharap semua pihak dapat memahami kondisi ini secara objektif. Tidak ada diskriminasi, tidak ada agenda tersembunyi. Ini murni soal keselamatan dan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga fasilitas daerah,” pungkasnya.
Pemkab Sampang menegaskan tetap menghormati dan mengapresiasi Muhammadiyah sebagai organisasi besar yang telah berkontribusi bagi pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sampang, serta berharap komunikasi yang konstruktif dapat terus terjalin demi menjaga kondusivitas daerah. (MLDN)














