Sampang || Detik24jam.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengajukan sedikitnya 138 sekolah dasar (SD) untuk mengikuti program revitalisasi sebagai langkah meningkatkan mutu sarana pendidikan dasar. Pengajuan ini dilakukan setelah banyak bangunan sekolah dinilai mengalami kerusakan serius dan tidak lagi layak digunakan sebagai tempat belajar.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Yusuf, menjelaskan bahwa revitalisasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat kondisi bangunan sekolah yang rusak semakin banyak ditemukan di lapangan.
“Masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat proses belajar mengajar, terutama saat musim penghujan,” ujarnya, Sabtu, 06/12/2025.
Menurut Yusuf, dari total 464 SD yang terdata dalam aplikasi Revit, hanya 138 sekolah yang memperoleh kuota untuk diajukan dalam program revitalisasi tahun ini.
“Pengajuan tersebut sudah melalui proses verifikasi awal, termasuk tingkat kerusakan dan kelengkapan dokumen pendukung,” katanya.
Ia menegaskan bahwa prioritas usulan diberikan kepada sekolah yang memiliki kerusakan ruang kelas paling parah. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pengajuan dari daerah tidak otomatis menjamin kelolosan.
“Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),” tegasnya.
Yusuf memaparkan bahwa terdapat dua syarat utama yang menjadi dasar penilaian pemerintah pusat.
“Pertama adalah formulir penilaian kerusakan bangunan yang harus ditandatangani lembaga penilai profesional. Kedua, status kepemilikan lahan sekolah harus jelas dan sah secara hukum,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa sekolah sebelumnya gagal lolos karena tidak memenuhi syarat administrasi tersebut. Oleh karena itu, Disdik Sampang mengingatkan seluruh sekolah agar melengkapi berkas yang menjadi persyaratan utama sebelum pengajuan dilakukan.
Program revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Sampang. Yusuf menjelaskan bahwa bangunan yang layak dan aman merupakan faktor penting dalam memastikan kenyamanan siswa selama proses pembelajaran.
“Kami berharap usulan 138 sekolah ini dapat diterima sehingga fasilitas pendidikan di Sampang semakin baik dan aman. Sebab mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas guru, tetapi juga oleh sarana dan prasarana yang mendukung,” pungkasnya. (MLDN)

