Bupati Sampang Resmikan MBG Desa Gersempal: H. Slamet Junaidi Minta Distribusi Tepat Sasaran dan Berkualitas

by
Detik24jam.id/Foto/Upaya Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menekan angka stunting kembali ditunjukkan melalui peresmian Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Omben. Acara yang berlangsung di Dusun Sarganding Desa Gersempal pada Kamis (4/12/2025) itu dipimpin langsung oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi

SAMPANG || Detik24jam.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menekan angka stunting kembali ditunjukkan melalui peresmian Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Omben. Acara yang berlangsung di Dusun Sarganding Desa Gersempal pada Kamis (4/12/2025) itu dipimpin langsung oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi.

Program MBG di Omben dijalankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah Desa Gersempal. Keberadaan SPPG ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam memastikan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi keluarga penerima manfaat.

Acara peresmian berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai tokoh penting. Hadir mendampingi Bupati H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati H. Ahmad Mahfudz, Perwakilan Dandim 0828 Sampang, jajaran Forkopincan, Tokoh Ulama Karismatik KH. Ahmad Jakfar Abd Wahid, hingga tokoh masyarakat setempat, mitra lembaga.

Ketua SPPG Amrizal Fatoni, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan yang telah melaunching SPPG ” Pesantren Darul Ulum II Al-Wahidiyah. Menurutnya, semakin banyak dapur gizi yang mendapat izin operasional merupakan bukti nyata bahwa Sampang dipercaya dalam menjalankan program nasional MBG.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas makanan dan distribusi yang tepat sasaran. “SPPG Desa Gersempal melayani tiga desa Gersempal, Meteng, dan Tambak, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 2.227 siswa, total 16 Lembaga dengan Rincian sebagai berikut: Tak/Ra/Paut = 192 pm, Sd/Mi = 731 pm, Smp/Mts = 750 pm, dan Sma/Ma/Smk = 554 pm. Harapan kami, pelaksanaannya tidak hanya lancar, tetapi juga mampu menjaga standar makanan yang layak konsumsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa MBG merupakan program nasional yang harus mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia menilai, keberadaan program ini sangat penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Sampang.

Bupati juga menguraikan kebutuhan Sampang dalam hal ketersediaan SPPG. “Untuk memenuhi target, Sampang membutuhkan sekitar 93 dapur gizi. Saat ini baru ada 43 dapur yang beroperasi, 45 dapur sudah memperoleh izin, dan masih ada kekurangan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai program MBG tidak hanya menyangkut kesehatan, melainkan juga mampu menggerakkan perekonomian daerah. Dengan melibatkan pengusaha lokal dan masyarakat sebagai penyedia bahan pangan, program ini diharapkan dapat menumbuhkan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa.

“Dengan cara ini, manfaat MBG bukan hanya dirasakan oleh penerima bantuan gizi, tetapi juga petani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang menjadi mitra penyedia bahan pangan,” terangnya.

Bupati juga berpesan agar semua pihak yang terlibat tidak sekadar menjalankan program secara administratif, melainkan benar-benar memperhatikan kualitas pelayanan. Hal itu, menurutnya, penting agar masyarakat merasakan dampak nyata dari program nasional tersebut.

Selain itu, ia meminta agar pengawasan terus dilakukan secara berlapis, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga mekanisme distribusi. Dengan demikian, tujuan utama program MBG benar-benar tercapai.

“Semoga program ini berjalan konsisten, menjaga kualitas, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat Sampang, terutama dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting,” pungkas H. Slamet Junaidi. (MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *