SAMPANG || Detik24jam.id – Wakil Bupati, H. Ahmad Mahfudz menghadiri workshop di Aula Santo Merto Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sampang. Menggelar Workshop Indentifikasi Naskah Kuno, pada Kamis (27/11/2025) Kegiatan ini diikuti oleh para pemilik naskah kuno, perwakilan pemerintahan seluruh kecamarab dari serta para pemerhati sejarah dan budaya lokal.
Sambutan Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menyampaikan saya ucapkan terimakasih, khususnya kepada Dispusip kabupaten Sampang karena memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi narasumber di forum akademis ini. Tentunya kehadiran kita di sini menunjukkan betapa kita semua memiliki kesadaran dan komitmen untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya, khususnya yang berupa naskah-naskah dan manuskrip kuno.
“Semoga ini menjadi titik tolak untuk revitalisasi dan penguatan upaya pelestarian warisan budaya kita karena harus kita sadari bahwa budaya bukan sekedar seni tradisi atau kuliner, tetapi juga manuskrip dan pengetahuan atau wawasan yang diwariskan dari generasi ke generasi,” Tuturnya.
Selain itu, pelestarian naskah kuno juga mendukung misi pemkab Sampang dalam meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan, budaya, dan nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, saya sangat berharap bahwa forum workshop ini bisa memberikan dampak signifikan, khusus bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian dan pewarisan naskah manuskrip kuno.
“Saya berharap semakin banyak naskah kuno di kabupaten Sampang yang berhasil diidentifikasi, didokumentasikan, dan dilestarikan baik secara fisik maupun digital,” Tutupnya.
Kabid Kurnia Sufartina, mewakili Plt. Kadis (Pusip) kabupaten Sampang menyampaikan 32 naskah kuno berhasil terdata, seluruhnya berasal dari koleksi pribadi masyarakat. “Naskah kuno adalah memori kolektif bangsa dan dunia. Menjadi jendela masa lampau yang tak ternilai. Semua naskah ini kami alih media sebagai penyelamatan naskah dan di daftarkan pada Khastara – Khasanah Naskah Nusantara Perpustakaan Nasional,”jelas Tina.
Langkah pelestarian ini dilakukan secara komprehensif mulai dari menemukan, penyelamatan dengan restorasi dan alih media, identifikasi dilanjutkan dengan workshop. Pembicara kompeten di bidang sastra dan budaya dihadirkan untuk bersama mengenali dan menggali budaya lokal, Tajul Arifien R, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep, menekankan jenis naskah sebagai bagian dari sejarah.Selain itu, Budayawan Sampang Bustomi Irwan Kurniadi juga memaparkan berbagai jenis manuskrip didukung dengan pemaparan Budayawan Bangkalan Hidrochin Sabaruddin.
Melalui kegiatan ini, Dispusip Sampang berharap dapat membangun kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya lokal, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal sejarah daerahnya secara lebih mendalam. (MLDN)

