Niat Mandi Sore, 6 Santri Cilik Tewas Tenggelam Bersamaan di Kubangan Bekas Tambang, Tubuh Ditemukan Penuh Lumpur

by
Detik24jam.id/MLDN/Foto/Niat Mandi Sore, 6 Santri Cilik Tewas Tenggelam Bersamaan di Kubangan Bekas Tambang, Tubuh Ditemukan Penuh Lumpur

Bangkalan || Detik24jam.id — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kamis sore (20/11/2025) yang seharusnya tenang berubah menjadi mimpi buruk, ketika enam orang santri yang masih bocah ditemukan tewas tenggelam secara massal.

Lokasi kejadian adalah sebuah kubangan air bekas tambang galian batu kapur di kawasan wisata terkenal, Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Peristiwa ini sontak menggemparkan warga karena seluruh korban masih berumur sangat belia, antara 7 hingga 10 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tragedi bermula sekitar pukul 17.00 Wib.

Keenam santri cilik tersebut dilaporkan sedang mandi dan bermain air di kubangan bekas galian kapur yang airnya tampak tenang namun mematikan.

Tak lama setelah masuk ke air, keceriaan berubah menjadi kepanikan.

Keenam bocah tersebut tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Para korban ditemukan tersebar di berbagai titik kubangan.

“Pertama itu (ditemukan) di tengah, terus di pinggir, dan di ujung. Total ada enam orang yang mandi,” ujar Holil. Jumat (21/11/2025).

Proses evakuasi dilakukan secara dramatis oleh para santri senior, dan saat diangkat dari air, kondisi keenam korban sangat mengenaskan.

Mereka ditemukan dalam posisi telungkup (mengapung wajah ke bawah) dan sekujur tubuh mungil mereka dipenuhi lumpur pekat dari dasar tambang kapur.

Secara bertahap, jenazah dievakuasi menuju Puskesmas Jaddih yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.

Iring-iringan pengantar jenazah membuat suasana di Puskesmas menjadi Penuh sesak dan tangis histeris.

Sekitar pukul 17.30 Wib, satu per satu jenazah tiba dan dibaringkan di ruang IGD.

Pihak medis memastikan bahwa seluruh korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan.

Berikut identitas keenam santri yang menjadi korban:

1. Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7) — (Kalimas Surabaya/Desa Parseh)
2. Louvin Al Baru (9) — (Sambikerep, Surabaya)
3. Salman Al Farisi (9) — (Astapah, Sampang)
4. Reynand Azka Mahardika (9) — (Sambikerep, Surabaya)
5. Moh Nasiruddin Adrai (9) — (Panggung, Surabaya)
6. Rosyid Inul Yakin (10) — (Tambak Dalem, Surabaya).

Kepala Puskesmas Jaddih, Drg. Purwanti mengonfirmasi bahwa seluruh korban menunjukkan tanda-tanda khas kematian akibat tenggelam.

Selain keenam santri cilik tersebut, tragedi ini juga memakan korban lain.

Seorang pria dewasa dilaporkan dalam kondisi kritis setelah insiden tersebut (diduga mencoba menolong atau ikut tenggelam) dan langsung dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk penanganan intensif.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan bahaya aktivitas di area bekas tambang yang sering kali tidak terawasi dan memiliki kedalaman serta dasar lumpur yang menjebak. (MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *