Wakil Bupati Sampang Kick Off Pelatihan Merekrut 837 Pendampingan Koperasi Merah Putih di Jatim

oleh
oleh
banner 468x60

SURABAYA || Detik24jam.id – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus memperkuat pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah merekrut 837 pendamping koperasi baru yang disebut “business assistant”, serta menggelar pelatihan massal bagi lebih dari 17.000 pengurus koperasi di Jawa Timur (Jatim).

Turut hadir Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar S.T, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hj. Chairijah S.H., M.H, dan para pendamping Kopdes Merah Putih kabupaten Sampang.

banner 336x280

Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, menjelaskan bahwa para pendamping tersebut akan bertugas mendampingi operasional usaha koperasi di seluruh kabupaten/kota Sampang agar dapat berjalan secara profesional dan modern.

“Ada 19 pendamping koperasi yang kita sebut ‘business assistant’. Mereka akan memastikan koperasi berjalan sebagaimana layaknya badan usaha modern,” ujar Ra. Mahfudz akrab disapa disela-sela rapat, Senin (03/11/2025).

Selain pendamping, bidang koperasi UKM juga fokus pada peningkatan kompetensi pengurus koperasi. Pelatihan besar-besaran akan digelar di 14 kecamatan se. Kabupaten Sampang, melibatkan dua orang dari setiap koperasi.

“Kalau ada 186 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di Sampang, berarti ada sekitar 372 orang pengurus yang akan kita latih bersama dinas koperasi kabupaten,” jelasnya.

Panel menegaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk menciptakan pengurus koperasi yang profesional, berintegritas, dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha.

“Koperasi tidak mungkin bisa sukses tanpa dukungan teknologi. Karena itu, digitalisasi menjadi bagian penting dalam pelatihan ini,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan pendampingan, satu pendamping akan mengawal sekitar sepuluh koperasi secara proporsional, tergantung kondisi masing-masing kabupaten. “Secara rasio satu banding sepuluh, tapi faktanya bisa delapan sampai dua belas tergantung jumlah koperasi di tiap daerah,” tutur Panel.

Ia juga menilai bahwa momentum konsolidasi ini bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi simbol penguatan kemandirian ekonomi rakyat melalui koperasi.

“Ini bagian dari upaya membangun kekuatan ekonomi rakyat berbasis desa agar koperasi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” pungkasnya. (MLDN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.