Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 berbaris rapi dihalaman Pendopo Graha Maja Tama

by

Mojokerto. Senin 28/10/2025 jalan Jendral Ahmad Yani 16 Mojokerto. Terdiri dari pleton-pleton Kodim, Yon 503, Polres, Korpri, PGRI, GP.Anshor, IPNU/IPPNU, Pemuda Muhammadiyah, Paskibraka, Mahasiswa UBS PPNI, Pelajar SMKN 1 Sooko, Pramuka MAN 2 Mojokerto dan Korsik ( Korps Musik) SMAI Diponegoro Gondang.

Upacara Bendera berlangsung pada Selasa, 28 Oktober 2025 pagi, acara pendahuluan diisi dengan pembagian piagam Penghargaan dan uang Pembinaan masing-masing juara Lomba Pemuda Pelopor , juara 1 Rp. 3.000.000,00; juara 2 Rp. 2.500.000,00 dan juara 3 Rp. 2.000.000,00. Diserahkan oleh Bupati Mojokerto didampingi Wabup. Adapun para juaranya untuk bidang Pendidikan juara 1 Ayuning Uswatun Chasanah dari Gedeg, juara 2 M.Ilham Zidan Ilmi (Kutorejo) dan juara 3 Evita Dwi Yustikasari, S.P. ( Pacet ); bidang Seni Budaya juara 1, 2 dan 3 masing-masing Esa Maulana Ristian, A.Md.Kom (Kemlagi), Tommy Ari Widana (Trowulan) dan Putri Agustina, S.Ak. (Trowulan) kemudian untuk bidang Pengelolaan SDA, Lingkungan dan Pariwisata Elang Yudha Waskita (Trawas), Dwiki Alfianto, S.E. (Gondang) dan Lutfimansyah (Kemlagi).

Upacara dimulai dengan laporan Perwira Upacara M.Taufiqurrahman, S,STP., MM. Kasatpol PP kepada Inspektur Upacara Bupati Dr.H.Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum; Laporan Komandan Upacara AKP Yunus Fahrizal Kasat Samapta Polres Mojokerto; Pengibaran Bendera Merah Putih oleh M.Haidar Taqiyyuddin (SMN 1 Sooko), M.Fahri Ghozi Abiyyu (SMAN 1 Puri) dan Richard Qeis Priambodo (SMKN 1 Trowulan); Pembacaan Pembukaan UUD Tahun 1945 oleh Septian Aditya (SMAN 1 Mojosaeri); Pembacaan Keputusan Konggres Pemuda Tahun 1928 oleh Nevlin Catriona (SMAN 1 Puri); Menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa oleh Group Paduan Suara Karyawan
Pemerintah Kabupaten

Mojokerto dari berbagai OPD berpakaian aneka khas budaya Nusantara.
Bupati Albarraa bertindak sebagai inspektur upacara. Gus Barra menyampaikan pidato nasional Menteri Pemuda dan Olahraga yang mengusung tema ‘Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu’.

“Hari ini tugas kita berbeda. Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama. Indonesia harus berdiri tegak. Indonesia tidak boleh kalah,” tegasnya.

Bupati Barra menegaskan, semangat perjuangan para pemuda tahun 1928 harus terus dijaga dan diwujudkan dalam bentuk kerja keras, kejujuran, dan pengabdian kepada bangsa. Ia juga berpesan kepada para pemuda Indonesia untuk berani bermimpi besar dan tidak takut menghadapi tantangan zaman.

kerja-kerja kolaboratif antar pihak perlu dikembangkan, karena upaya pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau parsial. pembangunan kepemudaan membutuhkan orkestrasi yang sinkron dan harmoni,” pungkasnya.

Uapacara berakhir dengan pembacaan do’a dilanjut dengan sesi peserta rapat diabadikan bersama Bupati dan undangan utama. Diteruskan ramah-tamah dan makan bersama.( Sunarmi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *