Bersatunya Masyarakat Pantura, Melawan ketidakadilan dan Oligarki

by
Bersatunya Masyarakat Pantura, Melawan ketidakadilan dan Oligarki

Gresik || Detik24jam.id — Aksi unjuk rasa dan konvoi damai yang berlangsung di wilayah pantura siang tadi adalah sebuah ekspresi, ungkapan dan juga kritik atas kebijakan pemerintah setempat yakni Pemkab Gresik dan pemegang kebijakan soal adanya peraturan pembatasan jam operasioanal angkutan yang dinilai belum maksimal dan tidak berpihak pada masyarakat di wilayah pantura.

Aksi damai yang dilakukan oleh Laskar Pantura Bersatu, Projo, Masyarakat Gresik Utara, dan gabungan perwakilan dari masyarakat yang merasakan langsung dampak dari banyaknya armada truk yang berseliweran yang sebagian masih belum bisa mematuhi batas jam lalu lintas dan penutup atau terpal, yang bisa mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Bahkan Ketua PENGDA Jawa Timur, Waliyur Rahman atau yang biasa dipanggil Gus Rahman ikut turun langsung ke jalanan bersama Ketua Laskar Pantura, Memed. Ketua Projo Panceng, Fikul Humam dan juga perwakilan tokoh Masyarakat Kec. Panceng, Kec. Ujung Pangkah, warga Sidayu dan sekitarnya.
Terlihat memimpin rombongan konvoi yang dimulai dari pertigaan Golokan, Kec. Sidayu sampai ke titik kumpul orasi di parkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, di tikungan Ngawen, Sidayu

Ketua Laskar Pantura, Memed mengatakan unjuk rasa ini digelar karena berlarutnya janji para pejabat, Pemkab Gresik, Dinas Perhubungan dan para pihak yang terkait dalam peraturan dan penertiban jam operasioanal armada muatan yang dirasakan sudah sangat keterlaluan dna menggangu kenyamanan masyarakat di kawasan wilayah Gresik Utara.

Kapolsek Sidayu, AKP Khoirul. yang terlihat di lokasi dan ikut mengamankan jalannya unjuk rasa tersebut, mengatakan unjuk rasa berlangsung dengan lancar dan tertib, meskipun sempat terjadi kemacetan beberapa saat.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik, Khusaini juga telah menerima dan menampung aspirasi para demonstran dan sudah membuat pernyataan bermaterai, yang di tanda tangani olehnya, Ketua Laskar Pantura Memed, Kapolsek Sidayu AKP Khoirul dan terakhir Ketua PENGDA Jawa Timur, Waliyur Rahman .

Gus Rahman menambahkan, bahwa peraturan itu dibuat untuk dilaksanakan dan ditegakkan, jangan hanya sekedar formalitas agar terlihat pantas, apalagi dengan tujuan, atau kepentingan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu tanpa adanya kebermanfaatan untuk masyarakat, khususnya wilayah pantura yang terdampak secara langsung.

Kami semuanya sudah datang kesini, dengan tujuan agar pemerintah setempat atau pemegang kebijakan terkait mendengarkan aspirasi, masukan dan juga kritik agar segera ditindaklanjuti apa yang menjadi keluhaan dari kami, yang semuanya adalah warga Gresik khususnya Gresik bagian utara.(MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *