Sampang || Detik24jam.id – Aksi demonstrasi yang digelar aliansi Cipayung Plus Sampang memanas. Massa turun ke jalan menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang diduga menjadi korban tindakan represif aparat kepolisian saat unjuk rasa sebelumnya.
Sejak pagi, massa telah berkumpul di depan Mapolres Sampang untuk menyuarakan tuntutan mereka. Ketegangan mulai meningkat setelah Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menolak menandatangani surat tuntutan yang diserahkan oleh perwakilan demonstran.
Merasa kecewa, massa kemudian bergerak menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto dan melakukan aksi blokade di perempatan utama Kota Sampang.
Mereka membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi, menuntut keadilan serta transparansi dari aparat. Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas di kawasan strategis itu lumpuh total.
Dalam rilis resmi yang dibagikan kepada media, Cipayung Plus menuntut agar pihak kepolisian bertanggung jawab penuh atas kematian Affan Kurniawan, mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan, serta menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap rakyat kecil.
Korlap aksi, Ahmad Dahlan menegaskan bahwa kematian Affan bukanlah sekadar insiden individual, melainkan cerminan ancaman serius terhadap keselamatan rakyat sipil dari aparat yang seharusnya bertugas melindungi.
“Kapolres Sampang menolak menandatangani tuntutan kami. Ini menunjukkan ketidakseriusan beliau dalam melindungi rakyat. Karena itu, kami akan terus turun ke jalan hingga tuntutan kami dikabulkan,” tegas dalam orasinya.
Sementara menurut Bung Saifi sebagai Ketua Cabang GMNI Sampang menegaskan, bahwa tindakan represif terhadap rakyat tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun, terlebih ketika masyarakat tengah menggunakan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami menyampaikan seperti ini dalam bentuk solidaritas terhadap korban, sekaligus seruan moral bagi penegak hukum agar bertindak profesional, adil, dan berpihak pada keadilan sosial,” tutupnya. (MLDN)

