Muspika Pangarengan Sampang Ta’ziyah Ke Rumah Duka Anak Meninggal Dunia Digalian Tanggul Tambak Dusun Plasah

by
Muspika Pangarengan Sampang Ta'ziyah Ke Rumah Duka Anak Meninggal Dunia Digalian Tanggul Tambak Dusun Plasah

 

Sampang || Detik24jam.id – Keluarga almarhum Idris (14) warga Dusun Taman, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Madura, Jawa Timur, yang ditemukan meninggal dunia di galian tanggul tambak, Dusun Plasah, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Selasa 24 Juni 2025, sekitar pukul 18.30 Wib kedatangan Muspika setempat.

Kunjungan Muspika Pangarengan yang terdiri unsur Kasi PMD Kecamatan, Kusnandar, Kapolsek Pangarengan, Iptu Iwan Suhadi SH, Danposramil Pangarengan, Peltu Karmuji, Rabu 25 Juni 2025 untuk berta’ziyah dan memberikan bantuan kepada keluarga duka.

Dijelaskan oleh Kapolsek Pangarengan Iptu Iwan Suhadi SH, pada pukul 10.00 WIB rombongan Muspika tiba di rumah Munir orang tua duka, pada kesempatan tersebut Muspika memberikan bantuan sosial dan santunan kepada Munir (orang tua duka) sekaligus menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya almarhum Idris sembari memberikan pesan kepada pihak keluarga agar tetap tabah dan sabar menerima cobaan maupun takdir dari Allah SWT.

Ditambahkan, atas kunjungan dari Muspika pihak keluarga mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar seluruh niat baik itu dibalas Allah SWT.

Diketahui Idris siswa SMPN 2 Pangarengan ditemukan meninggal dunia di galian tanggul tambak berair dengan kedalaman 2,5 meter selasa 24 Juni 2025 sekitar pukul 18.30 WIB.

Keterangan warga setempat pada pukul 10.00 WIB ia masih berada di sekitar rumah dan pada pukul 11.00 WIB ada yang melihat Idris sedang mengejar layangan yang putus ke arah selatan.

Karena hingga pukul 17.00 belum pulang, pihak keluarga kebingungan dan bersama warga Dusun Taman, Desa Ragung serta Dusun Plasah, Desa Pangarengan mencari keberadaannya hingga akhirnya pada pukul 18.30 wib diketemukan di galian tanggul tambak milik PT Garam di Dusun Plasah, Desa Pangarengan yang dikelola warga setempat dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Dengan Surat Pernyataan pihak keluarga Idris menyepakati penyelesaian kekeluargaan dan tidak berkenan dilakukan visum maupun autopsi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *