Dibangun Tahun 1977, Wamendagri Sarankan Waduk Klampis Harus di Perbaiki, Berpotensi Jadi Penunjang Swasembada Pangan

by
Dibangun Tahun 1977, Wamendagri Sarankan Waduk Klampis Harus di Perbaiki, Berpotensi Jadi Penunjang Swasembada Pangan

 

Sampang || Detik24jam.id – Dalam rangka Swasembada atau strategi perbaiki irigasi di sejumlah Daerah. Wakil Mentri Dalam Negeri (Wamindagri) Republik Indonesia (RI) Bima Arya Sugiarto melakukan kunjungan di Waduk Klampis yang berada di Desa Keramat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura.

Pihaknya menuturkan ada sekitar 2 juta hektar Daerah irigasi di Indonesia. Dan jika irigasinya dibangun, maka target swasembada pangan akan lebih cepat.

“Hal ini juga menindaklanjuti dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Pak Menko Pangan serta Mentri pertanian,” ucapnya. (08/01/2025).

Wamindagri memastikan kepada bupati, kepala daerah dan semua stakeholder untuk bisa mengetahui titik-titik mana yang perlu diusulkan agar dibangun baru atau diperbaiki.

Waduk Klampis ini yang dibangun tahun 1977, ternyata sedimentasinya sudah menua. Jadi mempengaruhi pada aliran sekunder dan tersiernya.

“Tadi saya sudah menanyakan, karena tahun ini ada anggaran Rp 22 triliun dari kementerian PU, Waduk Klampis ini sudah termasuk apa belum?,” imbuhnya.

Bima bersyukur jika Waduk Klampis ini sudah diajukan. Namun jika masih belum, itu perlu dikawal oleh Pj Bupati Sampang dan DPRD. Tujuannya, agar diperjuangkan sehingga bisa diusulkan tahun depan.

Sebab, katanya, jika Waduk Klampis tersebut normal kembali dan airnya penuh kembali, maka panen akan lebih melimpah dan banyak.

“Yang tadinya 1 setengah persen menjadi 2 setengah persen. Baik sawah maupun palawijanya. Tapi terutama target kita adalah sawahnya,” ucapnya.

Waduk Klampis akan menjadi atensi khusus dan akan catat serta dimonitoring oleh Wamendagri. Jika tahun ini masih dalam tahap proses, maka tahun berikutnya sudah dilakukan perbaikan.

Sebab, kalau Waduk Klampis dibangun, maka akan mempercepat swasembada dan akan menguatkan bahwa Sampang merupakan salah satu sentra lumbung pangan di Jawa Timur.

“Nanti perlu dicek dulu, jika tahun ini diusulkan dan diproses untuk tahun depan diperbaiki,” tuturnya.

Selain Sampang, Wamendagri juga mengunjungi Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, Bangkalan merupakan Kabupaten di Madura yang sudah tidak ada masalah.

“Pompanya saja sudah dibantu. Bahkan panennya sudah naik 50 persen lebih. Disana semuanya bergerak,” informasinya.

Sedangkan di Kabupaten Sampang, katanya, juga bisa baik asalkan semuanya bisa mengawal untuk masuk anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau untuk Kabupaten Sumenep dan Pamekasan kami akan mempelajari terlebih dahulu,” janjinya.

Mengenai anggaran yaang dibutuhkan untuk pembangunan Waduk Klampis di Sampang, Wamendagri menegaskan, hal itu tergantung usulan dari Daerah.

Lalu dilakukan verifikasi oleh Menteri PUPR, kementerian pertanian yang difasilitasi oleh Kemendagri. Selanjutnya, akan dilihat terlebih dahulu, dan setelah verifikasi maka baru ditentukan besaran anggarannya.

“Kalau untuk skala nasional, targetnya kita tidak impor beras. Tapi mungkin butuh setahun dua tahun untuk swasembada. Tapi targetnya sekarang tidak impor beras,” tutupnya.

(MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *