SAMPANG || Detik24jam.id – Biasa para muda mudi di saat bukan puasa mencari malam saat berbuka puasa biasanya nongkrong ataupun istilah Ngabuburit memang banyak macamnya.
Namun tidak dengan bagi sejumlah warga Desa Torjun, ngabuburit biasa dilakukan sambil melatih sapi karapan. Mereka berkumpul di lapangan Mitra Cendana Gulbung sambil membawa dua pasang sapi karapan, Rabu, 27/03/2024
Abdi Rifky Maulana, yang berjuluk Tim Bojoku nakal dengan membawa sepasang sapinya yang satunya berjuluk nama The Panther dan Dhibuh. Dimana si Panther pernah menjajaki even even besar dan terakhir di Piala Presiden di Bangkalan, guna menjaga stamina dan kebugaran sapi yang sempat tidak di tren usai selesainya event kerapan sapi dan sudah memasuki bulan suci Ramadan
“Si Panther memang pernah beberapa kali menyabet juara yang digelar di tingkat kabupaten dan di Event piala ” kata Rifky
Menurutnya, dari pada tidak ada pekerjaan di rumah, lebih baik melatih sapi-sapi ini. Karena, latihan ini memang harus rutin, biar kecepatan larinya teruji.
“Kalau ditinggal malas-malasan di rumah, ya tidak ada hasilnya. Paling tidak, sambil menunggu waktu berbuka puasa,” ucap Rifky
Sementara Bogel joki kerapan sapi bojoku nakal ini mengaku kesempatan melatih dua pasang sapi karapan memang lebih intensif dilakukan saat Bulan Ramadhan ini. Sebab, di bulan puasa ini tidak ada satupun perlombaan karapan sapi yang digelar.
“Selama puasa, perlombaan memang tidak ada. Makanya, ada kesempatan untuk melatih sapi-sapi ini. Kalau bulan biasa, setiap minggu bisa ada dua kejuaraan yang rutin kami ikuti di berbagai kota,” bebernya.
Sementara R.H.Aulia Rahman pemilik Tim bojoku nakal bermarkas di Torjun mengatakan, kegetolan mengikuti lomba karapan sapi ini, selain berharap keuntungan material dengan terdongkraknya harga sapi hingga berharga ratusan juta rupiah perekor jika menjadi jawara, juga atas alasan gengsi.
“Sekaligus berkomitmen terus melestarikan budaya Karapan Sapi khas Madura., ” Pungkasnya.
(MLDN)

