Sampang || Detik24jam.id – Dinas Pertanian dan Dinas Sosial Kabupaten Sampang Jawa Timur, mengadakan pertemuan bersama Masyarakat. Senin, 27/11/2023
Pertemuan yang di laksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Sampang itu, kini menjadi sorotan keras publik, pasalnya pertemuan tersebut tidak melibatkan unsur Pemerintah Desa, termasuk PJ.Kades, BPD, Dan Perangkat Desa.
Menurut salah satu warga asal Desa Banyumas, unsur tersebut yang bertanggung jawab untuk keamanan dan ketertiban dari program pemerintah untuk membantu masyarakat.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media , dilapangan, bahwa Masyarakat berbondong-bondong untuk menghadiri rapat yang menjadi polemik di kalangan masyarakat bawah, khususnya di Desa Banyumas Kecamatan Sampang, karena sampai detik ini banyak Masyarakat yang mempertanyakan Program atau bantuan apa dari Dinas Pertanian dan Dinas Sosial untuk Masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Mungkin, Ketua Karang Taruna SABARA mempertanyakan program yang sampaikan oleh Dinas Pertanian dan Dinas Sosial Kabupaten Sampang,
“Dinas Pertanian dan Dinas Sosial menyampaikan program apa kepada Masyarakat, kenapa tidak dilibatkan Pemerintah desa.” Ucap Munakib, penuh tanya
Matus salah satu petugas dari Dinas Pertanian saat dikonfirmasi oleh ketua Karang Taruna, dirinya malah jawabannya tidak tau terkait program dari pertemuan tersebut.
“Tanyakan langsung mas ke bapak Erwin dari Dinas Sosial,” ucap Munakib, sembari meniru perkataan Matus,
“Jadi…! program ini terkesan ada yang ditutup-tutupi. Ada apa?” Lanjut Munakib, heran
“Saya selaku ketua Karang Taruna SABARA Desa Banyumas meminta para oknum dari Dinas tersebut bertindak sesuai aturan di desa kami, Apa kalian pikir bisa lepas dari pantauan kami?” Tegas Munakib
“Saya akan terus mengawal semua program yang masuk ke desa kami, saya berharap tidak ada temuan yang menyimpang. Karena kalau sampai ada oknum yang ketahuan bermain serta merugikan keuangan negara, saya pastikan mereka akan menyesal.” ungkapnya
Sementara itu, Imam Syafi’i PJ Kades Banyumas mengaku gara-gara ada bantuan tadi malam sampai siang ini, banyak Masyarakat yang bertanya melalui telpon, bahkan ada sebagian datang ke Balai Desa.
“Banyak Masyarakat yang nelpon dan datang ke Balai untuk menanyakan program bantuan uang Rp. 900 ribu dengan persyaratan Masyarakat harus membawa KK / eKTP.” Terang Imam
Hingga berita ini ditulis, kini program bantuan tersebut, menjadi sorotan aktivis.
Editor : MLDN














