Penuh Haru, TMMD ke-129 Kodim 0828/Sampang Resmi Ditutup: Berakhirnya Kegiatan, Tak Berakhirnya Persaudaraan 

by

 

Sampang || Detik24jam.id – Suasana penuh haru mewarnai penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sampang, Kamis (13/8/2026).

 

Bukan sekadar seremoni, penutupan TMMD di halaman Masjid Ka’bah, Desa Taman, Kecamatan Jrengik, itu menjadi penanda berakhirnya pengabdian prajurit TNI yang selama hampir satu bulan berbaur langsung dengan masyarakat.

 

Upacara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan diikuti sekitar 320 peserta. Kegiatan tersebut dipimpin Inspektur Upacara Kolonel (Mar) Kurniawan Basuki Cahyono Putro, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Lettu Inf Muzamil.

 

TMMD ke-129 Kodim 0828/Sampang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.”

 

Sejumlah prajurit TNI, Forkopimda Kabupaten Sampang, Forkopimcam Jrengik, tokoh agama, perangkat daerah, personel Polri, serta masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Wakil Bupati Sampang KH. Ahmad Mahfudz Abdul Qodir dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas rampungnya seluruh rangkaian TMMD ke-129.

 

Ia mengatakan, pelaksanaan TMMD sejak 15 Juli 2026 tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh berbagai aspek pemberdayaan masyarakat.

 

“TMMD ke-129 telah melakukan banyak program dan sasaran, tidak hanya program pembangunan fisik seperti pembangunan jalan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, tetapi juga program nonfisik,” ujar Ahmad Mahfudz.

 

Menurutnya, Program nonfisik tersebut antara lain budidaya tanaman kacang hijau, pengobatan gratis, sosialisasi narkoba melalui P4GN hingga pemberian bantuan sembako.

 

Ahmad Mahfudz juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI dan semua pihak yang telah bersinergi sehingga pelaksanaan TMMD berjalan lancar.

 

Ia berharap hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dan dirawat masyarakat secara berkelanjutan.

 

“Berakhirnya TMMD ke-129 ini tidak lantas membuat sinergi antara Pemkab Sampang dengan TNI berakhir, tetapi justru harus semakin erat,” tegasnya.

 

Pesan senada disampaikan dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dibacakan Inspektur Upacara.

 

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa TMMD merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pendekatan lintas sektoral.

 

Selama kurang lebih satu bulan, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, prajurit TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat bekerja dalam semangat gotong royong untuk mempercepat pembangunan dan membantu mengatasi berbagai persoalan di wilayah sasaran.

 

Keberhasilan TMMD, menurut amanat tersebut, tidak hanya diukur dari jumlah pembangunan fisik yang berhasil diselesaikan.

 

Lebih jauh, keberhasilan juga dilihat dari dampaknya terhadap aktivitas masyarakat, akses ekonomi, kesehatan, kemandirian hingga peningkatan kesejahteraan warga.

 

TMMD ke-129 juga disinergikan dengan lima program unggulan TNI AD, yakni:

1. Ketahanan Pangan

2. TNI Manunggal Air

3. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni dan MCK

4. Percepatan Penurunan Stunting

5. Bersatu Dengan Alam.

 

“Penutupan TMMD pada hari ini menandai Berakhirnya masa pelaksanaan kegiatan, tetapi kepedulian dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan harus terus dilanjutkan,” demikian pesan KSAD dalam amanatnya.

 

Usai upacara, rombongan kemudian bergerak menuju lokasi sasaran TMMD di Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik.

 

Di lokasi tersebut, rombongan meninjau sejumlah hasil pembangunan sekaligus melihat aktivitas UMKM: masyarakat.

 

Camat Jrengik, Khoirul Anam, menyebut kehadiran TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.

 

“TMMD adalah sebuah pengabdian, TMMD adalah sebuah ketulusan dan TMMD adalah bukti nyata bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat,” ujarnya.

 

Ia mengaku merasakan langsung bagaimana prajurit TNI berbaur dan bekerja bersama masyarakat tanpa sekat.

 

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama selama pelaksanaan TMMD di wilayah tersebut.

 

Khoirul Anam juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Pangdam V/Brawijaya, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Dandim 0828/Sampang beserta seluruh jajaran dan Satgas TMMD.

 

“Yang ditutup adalah kegiatannya, bukan persaudaraannya. Yang berakhir adalah programnya, bukan silaturahminya. Yang selesai adalah masa tugasnya, bukan pengabdiannya,” tegas Khoirul Anam.

 

Sementara itu, Kolonel (Mar) Kurniawan Basuki Cahyono Putro menegaskan bahwa TNI sejatinya berasal dari rakyat dan pada akhirnya akan kembali menjadi bagian dari rakyat.

 

“TMMD adalah sarana kami untuk tetap menyatu dengan rakyat, bekerja sama, berkolaborasi bersama-sama membangun negara ini,” ujarnya.

 

Dalam rangkaian peninjauan, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Panyepen.

 

Sejumlah sasaran TMMD kemudian ditinjau langsung, di antaranya:

* Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni milik Ibu Sulikah

* Sumur Bor

* Pembangunan Puskesmas Pembantu Dusun Ba’batoh

* Rabat Beton Jalan Desa Panyepen.

 

Rangkaian kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0828/Sampang tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dalam kondisi aman dan lancar.

 

Penutupan TMMD sekaligus menjadi momentum untuk memastikan seluruh hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Semangat gotong royong yang terbangun selama program berlangsung diharapkan tidak ikut berakhir setelah Satgas TMMD kembali ke satuannya.

 

Kemanunggalan TNI dengan rakyat pun diharapkan semakin kuat, sementara hasil pembangunan terus dijaga dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

 

*Redaksi*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *