Gresik || Detik24jam.id – Keresahan masyarakat Kabupaten Gresik tentang maraknya bisnis prostitusi Terselubung di kawasan strategis kota satu persatu mulai dijawab oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik
Pada hari Jum’at 19/01/2024 sekira pukul 22.30 Wib Petugas Penegak Perda berhasil membongkar bisnis prostitusi yang sudah beroperasi bertahun-tahun disebuah kawasan bisnis dan pertokoan depan komplek Kantor Pemkab Gresik, Jalan Wahidin Sudirahusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur
Seperti razia-razia sebelumnya, tim reaksi cepat Satpol PP yang bernama Pudak (Personel Unit Darurat Amankan Ketertiban) melakukan pengumpulan bahan informasi dari masyarakat
Dari sana mulai mengerucut ada sebuah Homestay bernama Lestari di kawasan komplek ruko di depan Kantor Bupati
Nah, setelah diketahui jika bisnis prostitusi ini menggunakan aplikasi Personel tim Pudak mulai menyusun strategi penggerebekan
Berbagai kejadian dramatis mewarnai upaya penggerebekan, mulai dari resepsionis Homestay yang hendak kabur begitu melihat Petugas Satpol PP datang, hingga mayoritas kamar Homestay yang dikunci dan tidak mau dibuka saat ada Petugas Satpol PP datang
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik, Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, Homestay ini terletak di komplek ruko perkantoran di depan Kantor Bupati
Nah, didalam Homestay ada 2 lantai tersebut ada 10 kamar dimana 8 kamar berfungsi sebagai tempat para Pekerja Seks Komersial (PSK) melayani tamu
Satu kamar tempat admin aplikasi dan satu kamar lagi tempat PSK menunggu pria hidung belang yang datang
“Saat kami gerebek ada 3 PSK yang sedang berbuat asusila dan sisanya sedang menunggu tamu datang,” kata Agustin Halomoan Sinaga
Dia mengungkapkan, awetnya bisnis prostitusi di Homestay Lestari ini aman dan dilakukan secara rapi
Hal ini dikarenakan lokasinya berada di area komplek ruko yang terbuka sehingga meminimalisir kecurigaan masyarakat
“Sepintas memang tidak ada yang aneh dari Homestay Lestari. Semuanya normal, tapi jika melihat didalam kamar-kamar, ada satu kamar yang berisi 3 orang wanita. Padahal kamarnya sangat kecil. Lalu saat kami interogasi mereka menyampaikan jika ada kamar tunggu untuk tamu yang sudah order di aplikasi,” tandasnya
Editor : MLDN

