Lompatan Hebat Bermartabat Plus, Ekonomi Meroket 3,45%, Target RPJMD 2025 Sukses Ditembus

by

SAMPANG || Detik24jam.id – Kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang di bawah komando Bupati H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati H. Akhmad Mahfudz membuahkan hasil manis. Di tengah tantangan pengelolaan anggaran, Pemkab Sampang membuktikan ketangguhannya dengan menuntaskan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025 secara optimal.

Ketua Media Center Sampang (MCS), Fathor Rahman, menilai keberhasilan ini tak lepas dari peran Bappelitbangda Sampang sebagai “motor penggerak” utama. Lembaga ini dinilai ampuh merumuskan, mengoordinasikan, hingga memantau eksekusi pembangunan agar tetap linear dengan visi Bupati Sampang.

Fokus utamanya sangat jelas: penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan demi memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Meskipun sempat terperosok di angka 1,71% pada 2024, laju ekonomi Sampang pada 2025 melesat tajam ke 3,45%. Angka ini melampaui target awal (2,56%) sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir,” ungkap Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Bappedalitbang Sampang, Reza Bayu Julianto, mewakili Kepala Bappedalitbang Umi Hanik Laila, Senin (27/7/2026).

Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan warga Sampang terlihat dari pergerakan angka-angka indikator, pencapaian ini tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sampang dalam kurun waktu lima tahun terakhir tercatat pada tahun 2021: 0,29%; 2022: 2,31%; 2023: 2,56%; 2024: 1,71%, dan tahun 2025 melesat tajam ke 3,45%.

Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 sebesar 66,72% naik ditahun 2025 sebesar 67,23%, yang mendekati target 67,35%.

Selanjutnya Usia Harapan Hidup (UHH) disekitar 73,66 tahun, naik di usia 73,89 tahun, artinya Naik 0,23% seiring membaiknya layanan RSUD Moh. Zyn.

Angka Kemiskinan tahun 2024 sebesar 20,83% (214.320 jiwa) menurun di tahun 2025, dengan angka 20,61% (213.980 jiwa), dan memenuhi target RPJMD 2025.

Pengeluaran Per Kapita Rp9.782.000 naik menjadi Rp10.030.000, artinya Terjadi kenaikan daya beli masyarakat

“Meski masih di bawah rata-rata nasional (5,04%) dan Jawa Timur (5,22%), capaian 3,45% ini adalah performa terbaik daerah kita selama setengah dekade terakhir,” puji Reza.

Di balik capaian manis tersebut, Pemkab Sampang tetap bersikap realistis. Reza mengakui sektor pendidikan masih menyisakan tantangan besar. Meskipun Indeks Pendidikan naik, namun tipis diangka (0,01%), mayoritas masyarakat tercatat baru mengenyam tingkat Sekolah Dasar (SD) dan belum memenuhi Wajib Belajar 9–12 tahun. Populasinya juga turut ditahan oleh tingginya angka lansia tanpa ijazah formal.

Dijelaskan Reza, data BPS terhadap Rata-rata lama sekolah yang menjadi Komponen IPM sebesar 5,12 tahun yang beratri rata-rata lama sekolah (Warga Usia 25 Tahun ke atas) mayoritas belum tamatan SD.

Sementara untuk angka kemiskinan, meski terus merosot ke 20,61%, fakta bahwa Sampang masih berada di papan bawah (peringkat ketiga terbawah) di Jawa Timur menjadi evaluasi penting.

“Hasil ini bukan untuk membuat kita berpuas diri, melainkan jadi cambuk untuk bekerja lebih keras. Pada tahun 2026, kami memasang target pengentasan kemiskinan yang jauh lebih agresif, yakni turun hingga 19,86%,” pungkas Reza optimis.

*Redaksi*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *