SAMPANG || Detik24jam.id – Pemerintah Kabupaten Sampang terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan layanan Posyandu. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting Kabupaten Sampang 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Sampang, Rabu (17/06/2026).
Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menegaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran yang semakin strategis seiring transformasi layanan kesehatan nasional melalui Integrasi Layanan Primer (ILP).
Menurutnya, Posyandu tidak lagi hanya melayani bayi, balita, ibu hamil dan ibu nifas, namun telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
“Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan dan sosial di masyarakat. Karena itu diperlukan dukungan penuh dari seluruh lintas sektor agar fungsi Posyandu semakin aktif dan efektif,” ujar dr. Lusi akrab disapa dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, penguatan Posyandu sejalan dengan berbagai regulasi, mulai dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Integrasi Layanan Primer, Permendagri tentang Posyandu, hingga Peraturan Bupati Sampang mengenai percepatan penurunan stunting dan pembentukan Tim Pembina Posyandu.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
“Dengan terbentuknya Tim Pembina Posyandu yang kuat sampai tingkat kecamatan, kami berharap enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab Posyandu dapat berjalan optimal, mulai bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum, hingga perumahan rakyat,” jelasnya.
Sambutan ketua pembina Posyandu kabupaten Sampang Selviana Slamet Junaidi
Selanjutnya sambutan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Sampang Selviana Slamet Junaidi juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa dalam penyediaan sarana dan prasarana Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung maksimal.
Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting 2026 diikuti sekitar 300 peserta, terdiri dari Tim Pembina Posyandu Kabupaten, TP PKK, camat, kepala puskesmas, bidan desa, kader Posyandu, kepala desa, serta berbagai mitra lintas sektor,”tutur istri orang nomor satu di kabupaten Sampang.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Sampang menargetkan meningkatnya komitmen bersama dalam penguatan Posyandu, keberhasilan program kesehatan masyarakat, serta percepatan penurunan angka stunting demi menciptakan generasi Sampang yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
@Redaksi@













