Pamekasan || Detik24jam.id — Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 WIB, Muhammad Kenzi (5) hanya ingin bermain di pekarangan rumah pamannya di Dusun Togur Laok, Sotabar, Pasean—bersama Wanda (6) dan Kanza (7). Tiba-tiba monyet rantai milik Siful putus, menyeruduk ketiga bocah. Wanda dan Kanza selamat; Kenzi tergigit parah pada paha kanan dan tangan kanan, luka robek lebar mengucur darah.
Keluarga membopongnya ke RSUD Waru, namun sekitar pukul 12.25 dokter menyatakan anak itu meninggal, diduga akibat kehilangan darah dan syok. Kabar duka menyebar cepat; warga berkerumun ke rumah Sali, sementara Siful memilih mengunci pintu setelah menyerahkan monyet ke perangkat desa.
Kapolsek Pasean AKP Gunarto,S.H., tiba sejam berselang, menutup akses menuju titik serangan untuk olah TKP, menandai bercak darah, mengambil foto, dan menyita tali rantai sebagai barang bukti. “Pemilik sudah kami identifikasi; monyet diamankan, penyelidikan berlanjut dengan bahasa kelalaian,” ujarnya.
Petugas medis RSUD Waru menyebutkan visum luar menunjukkan gigitan taring menembus arteri femoralis, memperparah pendarahan. Warga Sotabar gempar: Togur Laok tergolong permukiman padat anak, dan keberadaan hewan liar dipelihara tanpa izin kini disorot. Kepala Dusun setempat berjanji mengecek hewan peliharaan lain. Dinas Lingkungan Hidup kabupaten diimbau turun tangan, karena satwa liar bukan spesies domestik.
Hingga Kamis pagi, suasana duka menyelimuti kuburan kecil tak jauh dari rumah pamannya, tempat Kenzi dimakamkan. Tetangga bergantian mengantar bubur dan nasi ambeng. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa eksotisme memelihara monyet harus diimbangi kandang layak dan kesadaran risiko, terlebih di kampung berpenduduk anak kecil. (MLDN)

