Tangkal Hoaks dan Isu SARA, Polsek Sebangau Kuala Ajak Warga Bijak Bermedsos

by

 

 

Sebangau Kuala – Di tengah pesatnya arus informasi digital, Polsek Sebangau Kuala, Polres Pulang Pisau, Polda Kalteng, mengambil langkah proaktif dengan memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dan mencegah penyebaran berita bohong (hoaks) serta isu SARA, Selasa (17/02/2026) pagi.

Dalam giat sambang tersebut, personel Polsek Sebangau Kuala mengajak warga untuk lebih bijak dan teliti dalam menggunakan media sosial. Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, yang berpotensi memecah belah kerukunan antarwarga.

Selain isu digital, kepolisian juga memberikan perhatian serius pada pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebagai bentuk pelayanan prima, petugas di lapangan membagikan kartu nama berisi nomor telepon kepolisian yang dapat dihubungi sewaktu-waktu oleh warga.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sebangau Kuala, Iptu Djunedie, menegaskan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat bertujuan untuk memetakan potensi kerawanan konflik sejak dini.

“Kami mengedukasi masyarakat agar berperan aktif menjaga kamtibmas. Salah satu caranya adalah dengan bijak bermedsos dan segera melaporkan jika melihat indikasi gangguan keamanan maupun titik api di lapangan,” ujar Iptu Djunedie.

Polsek Sebangau Kuala juga kembali mensosialisasikan layanan Call Center 110 Polres Pulang Pisau serta nomor darurat Polsek jajaran. Dengan adanya akses komunikasi yang mudah, diharapkan sinergi antara polisi dan warga semakin kuat.

“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan Polri. Melalui kartu nama dan sosialisasi Call Center ini, informasi dari masyarakat bisa kami terima lebih cepat untuk ditindaklanjuti secara tepat,” tambah Kapolsek.

Melalui pendekatan yang edukatif dan preventif ini, Polsek Sebangau Kuala berharap wilayah hukumnya tetap kondusif, aman, dan bebas dari ancaman Karhutla maupun konflik sosial akibat hoaks. (Humasrespulpis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *