SAMPANG || DETIK24JAM.ID — Pemerintah Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang tepat sasaran dan berdaya guna melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Kecamatan Sreseh, Rabu (28/1/2026). Forum ini dipandang strategis sebagai ruang menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di tingkat kecamatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiawan, menekankan bahwa Musrenbang tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan harus melahirkan perencanaan yang benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif dan kritis dalam menyampaikan usulan pembangunan.
“Pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, partisipasi aktif semua elemen sangat menentukan arah kebijakan daerah ke depan,” tegas Yuliadi.
Dalam paparannya, Yuliadi menyampaikan bahwa tema pembangunan Kabupaten Sampang tahun 2027 adalah mendorong peningkatan daya saing daerah dan pemerataan kualitas layanan dasar. Tema tersebut dijabarkan ke dalam empat prioritas utama, yakni peningkatan kualitas SDM, percepatan penurunan kemiskinan dan daya saing ekonomi, penguatan infrastruktur berwawasan lingkungan, serta tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Khusus Kecamatan Sreseh, Yuliadi menyoroti potensi besar wilayah pesisir yang harus dikapitalisasi secara serius, terutama di sektor kelautan, perikanan, dan ekonomi desa. Ia menegaskan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci, namun harus dijalankan secara transparan dan akuntabel.
“BUMDes jangan hanya menguntungkan segelintir orang. Pengelolaannya harus terbuka dan benar-benar memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Yuliadi juga tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan di Sreseh, mulai dari kondisi jalan rusak, pengelolaan sampah, hingga tata kelola dana desa. Menurutnya, persoalan tersebut harus ditangani secara terpadu dengan memperkuat sinergi lintas sektor, di tengah keterbatasan fiskal akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat.
“Tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Namun kami pastikan, seluruh aspirasi tetap menjadi bahan pertimbangan penting dalam perencanaan ke depan,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Yuliadi mengajak seluruh peserta Musrenbang memanfaatkan forum tersebut secara maksimal demi keberlanjutan pembangunan Kecamatan Sreseh dan Kabupaten Sampang secara keseluruhan. (MLDN)













