Kabupaten Sampang || Detik24jam.id – Pada Hari Minggu, 4 Januari 2026 pukul 08:15 WIB, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang menerima laporan resmi tentang terjadinya banjir luapan sungai Kali Kamoning yang telah mengganggu kesejahteraan warga di beberapa desa di Kecamatan Sampang. Kondisi ini memaksa pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaksanakan upaya penanganan segera guna mencegah dampak yang lebih luas.
Jenis Kejadian dan Dampak yang Ditimbulkan
Kejadian banjir ini dipicu oleh peningkatan ketinggian air di sungai Kali Kamoning akibat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu beberapa hari terakhir, yang menyebabkan air meluap ke daerah pemukiman warga. Sampai saat laporan dibuat, air telah menggenangi tiga desa di Kecamatan Sampang dengan kedalaman rata-rata sekitar ±40 cm, dan pengamatan menunjukkan bahwa ketinggian air masih terus meningkat secara bertahap.
Rincian dampak di masing-masing desa adalah sebagai berikut:
– Desa Pangilen: Terdampak dua dusun, yaitu Dusun Beben yang melibatkan 10 kepala keluarga (KK) dan Dusun Raduy dengan 20 KK. Warga di kedua dusun melaporkan bahwa air telah memasuki sebagian rumah, menyebabkan mereka harus memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
– Desa Banyumas: Empat dusun terlibat dalam kejadian ini, antara lain Dusun Kajuk (55 KK), Dusun Lenteng (30 KK), Dusun Prajin (34 KK), dan Dusun Trogen (19 KK). Beberapa warga di sini menyatakan bahwa akses jalan ke luar dusun mulai terganggu akibat genangan air, membuat aktivitas sehari-hari seperti pergi ke pasar atau sekolah terhambat.
– Desa Kamoning: Terdampak tiga dusun, yaitu Dusun Perreng (75 KK), Dusun Tiban (80 KK), dan Dusun Nandi (25 KK). Jumlah warga terdampak di desa ini paling banyak, dan pihak pemdes telah mulai mengidentifikasi area-area yang paling rawan untuk memfasilitasi penanganan lebih lanjut.
Dengan perhitungan yang dilakukan, jumlah total kepala keluarga yang terdampak mencapai 348 KK, dengan semua wilayah terdampak menghadapi risiko peningkatan ketinggian air seiring dengan kondisi yang masih tercatat di hulu sungai.
Fasilitas Umum yang Terlibat
Sampai saat laporan diterima, tidak ada informasi yang mengkonfirmasi tentang fasilitas umum (FASUM) seperti sekolah, rumah sakit, atau pasar yang terdampak atau terlibat dalam kejadian banjir ini. Pihak BPBD dan Pemdes sedang melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan bahwa fasilitas-fasilitas penting ini tetap terjaga dan dapat beroperasi dengan baik jika diperlukan untuk penanganan bencana.
Upaya Penanganan yang Dilakukan
Segera setelah menerima laporan, pihak BPBD Kabupaten Sampang telah mengambil langkah-langkah penanganan segera yang terstruktur, antara lain:
1. Asesmen dan Pemantauan: Tim BPBD telah melakukan asesmen lapangan untuk menilai skala dampak dan memantau perkembangan ketinggian air banjir secara terus-menerus. Pengamatan dilakukan menggunakan peralatan pengukur ketinggian air dan koordinasi dengan pos pemantau di hulu sungai.
2. Koordinasi: Pihak BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa (Pemdes) dan tim penanganan bencana daerah (Destana) di wilayah terdampak untuk memastikan informasi terdistribusikan dengan cepat ke warga. Koordinasi ini juga bertujuan untuk menyusun rencana bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing dusun.
3. Penggerakan Tim: Tim BPBD Kabupaten Sampang telah dikerahkan ke lokasi terdampak untuk membantu dalam penanganan, seperti membantu warga memindahkan barang-barang, memberikan informasi tentang kewaspadaan, dan mempersiapkan fasilitas pengungsian jika diperlukan.
Selain itu, pihak BPBD juga telah memberikan arahan kepada warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat menyebabkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Unsur yang Terlibat dalam Penanganan Banjir
Penanganan banjir ini dilaksanakan secara kolaboratif antara BPBD Sampang dan masyarakat setempat. Masyarakat setempat berperan aktif dalam memantau situasi di lingkungannya, membantu sesama warga yang terdampak, dan memberikan informasi kepada pihak BPBD tentang perkembangan yang terjadi di lapangan. Kerjasama ini menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Kondisi Terkini
Pada saat laporan diterima, kondisi terkini di wilayah Kecamatan Sampang adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Kewaspadaan: Pihak BPBD telah menetapkan status Siaga 2 untuk wilayah Kecamatan Sampang, yang menandakan bahwa situasi cukup serius dan membutuhkan perhatian serta penanganan yang intensif.
2. Cuaca: Cuaca di wilayah terdampak terpantau cerah berawan, namun tidak menutup kemungkinan terjadinya curah hujan lagi yang dapat memperparah kondisi banjir.
3. Pengungsi: Belum ada pengungsi yang tercatat (nihil) karena sebagian besar warga masih dapat tinggal di rumah mereka dengan melakukan penyesuaian, dan fasilitas pengungsian masih dalam keadaan siap siaga.
4. Ketinggian Air di Hulu: Pengamatan di hulu sungai menunjukkan bahwa ketinggian air masih berada pada level waspada dengan angka 5,47 Meter, yang menyebabkan ketinggian air banjir di wilayah terdampak terus berangsur naik.
Demikian laporan ini disampaikan, dan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan segera setelah ada informasi terbaru yang dapat diverifikasi. Untuk informasi darurat atau pertanyaan terkait kejadian banjir ini, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon darurat yang telah disediakan: 081703224440. (MLDN)

