Sampang || Detik24jam.id – Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar Paparan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perumda Trunojoyo Sampang pada Senin malam, 15 Desember 2025, bertempat di Ruang Pertemuan Surabaya Suite Hotel, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Selasa 16-12-2025
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sampang, Dewan Pengawas Perumda Trunojoyo Sampang, Direktur Utama Perumda Trunojoyo beserta jajaran, Bagian Perekonomian Setda Sampang, Plt. Kabag Prokopim beserta staf, serta staf Diskominfo.
Dalam pemaparannya, manajemen Perumda Trunojoyo menyampaikan berbagai tantangan serius yang dihadapi perusahaan daerah penyedia air minum tersebut. Faktor musim kemarau berkepanjangan, kerusakan sejumlah sumber air produksi, serta penurunan kualitas air di beberapa wilayah berdampak langsung pada distribusi layanan dan capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi sapaan akrabnya Aba Idi dalam arahannya menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas utama Perumda Trunojoyo.
“Persoalan air bersih ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, saya minta Perumda Trunojoyo fokus pada perbaikan kualitas layanan, mulai dari distribusi, kualitas air, hingga respons terhadap keluhan pelanggan,” tegas Aba Idi (15/12).
Bupati juga menyoroti perlunya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, terutama di tengah turunnya target PAD akibat kendala teknis dan lingkungan.
“RKAP bukan hanya dokumen administratif, tetapi komitmen kerja. Setiap rupiah yang dikelola harus jelas peruntukannya dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Dalam paparan tersebut, Perumda Trunojoyo mengungkapkan bahwa beberapa sumber air, termasuk di wilayah Ruberuh, sempat tidak layak digunakan sehingga memaksa perusahaan melakukan penyesuaian operasional. Salah satunya dengan penghentian sementara sambungan baru saat musim kemarau, guna menjaga pasokan bagi pelanggan yang sudah ada.
Keluhan masyarakat terkait air tidak lancar, kualitas air keruh, hingga lonjakan tagihan juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Menjawab persoalan itu, Perumda Trunojoyo memaparkan langkah inovatif melalui pemanfaatan teknologi digital, salah satunya dengan mengadopsi aplikasi ToSS (Tugu Tirta Online Service) untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mendukung sistem pelayanan yang lebih transparan.
Selain itu, upaya pembenahan manajemen internal juga dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk memperbaiki sistem distribusi dan meningkatkan kepercayaan publik.
Sementara itu, DPRD Kabupaten Sampang terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan Perumda Trunojoyo. Evaluasi laporan triwulanan menjadi salah satu instrumen untuk memastikan perusahaan daerah ini berjalan sesuai prinsip good corporate governance.
Menutup kegiatan, Bupati Sampang berharap RKAP yang telah dipaparkan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk peningkatan layanan nyata bagi masyarakat.
“Yang diharapkan masyarakat itu sederhana: air mengalir, kualitas baik, dan pelayanan jelas. Itu yang harus kita wujudkan bersama,” pungkasnya. (MLDN)













