Bangkalan || Detik24jam.id — Penggerebekan residivis kasus pencurian hewan oleh anggota Satreskrim Polres Bangkalan berlangsung menegangkan di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Tersangka berinisial AM itu melakukan perlawanan dengan senjata tajam jenis parang saat hendak diringkus.
Aksi kejar-kejaran hingga bentrokan antara anggota Satreskrim dan tersangkat AM itu terekam kamera CCTV.
Dalam rekaman video tersebut, tampak dua anggota Satreskrim mengejar tersangkat AM yang melarikan diri sambil membawa senjata tajam.
Tersangkat AM sempat kabur dari sergapan petugas dan dikejar sambil diteriaki maling.
“Iyak reh mosonah (ini nih musuhnya). Maling-Maling,” teriak salah satu anggota Satreskrim saat mengejar tersangka yang kabur dalam video yang dilihat awak media, Minggu (14/12/2025).
Diduga terdesak karena jalur perlarian buntu, tersangka kemudian berbalik arah dan memilih menyerang anggota Satreskrim.
Ia berusaha mengayunkan parang ke arah anggota Satreskrim hingga terjadilah bentrok diikuti suara tembakan sebanyak 3 kali.
“Tembak min, Tembak min, Tembak min,” teriak salah seorang anggota Satreskrim diikuti suara tembakan.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono menyampaikan, pengungkapan kasus ini melibatkan sembilan anggota Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan.
“Seperti yang ada rekaman CCTV itu, anggota kami terpaksa melumpuhkan tersangka karena melawan dan melukai petugas,” ujar AKBP Hendro Sukmono.
Polisi membidik tiga tersangka yang diduga kerap mencuri hewan ternak milik warga.
“Dari tiga tersangka satu orang dengan inisial AM merupakan residivis kasus serupa, pernah tercatat di Mapolres Bangkalan pada 2020,” beber AKBP Hendro Sukmono.
“Sebelum ditembak, anggota Satreskrim sudah memberikan tembakan peringatan, namun tetap menyerang,” lanjutnya.
Akibat dari peristiwa itu, satu anggota Satreskrim harus dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan usai kena sabetan di bagian perut, pinggan dan lengan.
Sementara AM meninggal dunia, diduga karena kehabisan darah usai betis kirinya terima tiga tima panas.
“Pelaku membawa 2 sajam, dan enggan menyerah. Sehingga terpaksa kami lumpuhkan dengan tindakan tegas terukur, dan akhirnya pelaku lemas dan anggota kami mengamankan dan segera membawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong,” ungkapnya.
Sementara itu selain AM, polisi telah mengamankan rekannya dengan inisial Z.
Sementara satu orang berinisial S masih melarikan diri.
“Satu orang masih dalam pengejaran polisi. Sementara pelaku Z sudah diamankan dan ditindak lanjuti,” pungkasnya. (MLDN)

