SAMPANG || Detik24jam.id – Orang Nomer 1 di Sampang secara resmi membuka pagelaran Panggung Madura 2025 bukan sekadar panggung hiburan. Malam itu, Sampang seperti mengirim sinyal keras ke seluruh Madura: kota ini siap naik kelas, siap memimpin, dan siap menjadi pusat kebudayaan Madura.
Tidak hanya menampilkan seni dan kuliner khas, acara ini juga menjadi panggung penting perubahan identitas PDAM Dharma Tirta yang resmi berganti nama menjadi PERUMDA Air Minum Trunojoyo (PERUMDAM Trunojoyo). Aba Idi Menggebrak Panggung: “Sampang Ini Bukan Sisa, Ini Pusatnya Madura!”
Di tengah sorak dan tepuk tangan warga yang memadati Alun-Alun Trunojoyo, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan pidato yang langsung menggetarkan suasana. Dengan nada tegas, ia menegaskan bahwa Sampang tak boleh terus dipandang sebelah mata.
“Ketika kita banyak membaca tentang Madura, saya ingin di Madura ini ada karapan sapi dan lainnya. Maka kami membuat alun-alun ini,” katanya.
Ia kemudian memaparkan alasan kenapa patung karapan sapi dibangun di jantung kota. “Kami punya pemikiran menjadikan ikon Madura ada di Sampang. Patung karapan sapi ini bukan hiasan, ini pernyataan. Satu ada di Surabaya, dan satunya lagi ada di Sampang!”
Tak berhenti di situ, Aba Idi akrab disapa dengan berani menyinggung UMKM yang kini semakin hidup berkat terbukanya ruang publik. “Kami ingin pelaku UMKM masuk ke Sampang. Ada kopi gendong, pecel lele, kuliner khas Pamekasan, khas Sumenep, dan lainnya. Kami ingin Sampang menjadi sentral budaya Madura dan sentral seluruh Madura,” tegasnya.
Pidatonya semakin menggigit ketika ia mengajak seluruh masyarakat meninggalkan konflik lama dan bangkit bersama. “Mari kita lupakan yang sudah-sudah. Kita bangun Sampang bersama. Saya ingin Sampang maju, kabupaten lain juga maju. Ciptakan kondusifitas. Jika tidak, investor ogah masuk. Kita harus buktikan bahwa Madura tidak keras,” tandasnya.
Momentum Panggung Madura semakin menguat dengan diumumkannya perubahan nama dan logo PDAM Dharma Tirta menjadi PERUMDAM Trunojoyo.
Direktur PDAM Amin Tirtana saat dikonfirmasi oleh media SuaraPertiwi.id menyampaikan pesan lugas: “Perubahan nama dan logo itu amanah Perda Nomor 5 Tahun 2018. PDAM Dharma Tirta kini resmi menjadi PERUMDA Air Minum Trunojoyo,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa rebranding ini bukan sekadar ganti warna atau ganti gambar, tetapi perubahan arah pelayanan. “Harapan besar dengan perubahan itu adalah semangat baru untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan,” tegasnya.
Dengan perubahan tersebut, publik berharap kualitas layanan air minum di Sampang tidak hanya berubah nama, tapi juga berubah kinerja.
Panggung Madura – yang memamerkan karapan sapi, seni tradisi, musik etnik, hingga kuliner khas dari Bangkalan sampai Sumenep – seolah menjadi deklarasi bahwa Sampang kini bergerak paling progresif di Pulau Garam.
Dari pembangunan alun-alun, ikon budaya, kebangkitan UMKM, hingga rebranding BUMD, Sampang menegaskan posisi barunya: bukan lagi sekadar bagian dari Madura, tetapi salah satu poros utama yang menggerakkan Madura.
Dengan semangat yang dipompa langsung oleh Bupati dan ditambah langkah strategis PDAM, Sampang kini jelas mengirim pesan: Madura berubah, dan Sampang berada di garis terdepannya. (MLDN)

