Sampang || Detik24jam.id — Dari 180 Desa yang ada di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, hanya 43 Desa yang sudah mencairkan Dana Desa (DD) Tahap II. Sedangkan sisanya, sejumlah 137 Desa tidak bisa mencairkan.
Hal ini, berdampak terhadap tidak terlaksananya Pembangunan fisik yang sudah direncanakan di 137 Desa tersebut karena tidak adanya anggaran.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Yudhi Adidarta Karma menjelaskan, kendala pencairan Dana Desa (DD) Tahap II adalah Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) mengalami eror atau tak bisa diakses.
Sebelumnya, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan Desa agar segera mengisi aplikasi tersebut dan menyelesaikan administrasi yang dibutuhkan.
“Tanggal 18 September 2025 lalu, pengajuan masih normal dan bisa di akses. Namun setelah tanggal itu, aplikasi di take down, masuk ke aplikasi OM-SPAN itu sudah gak bisa, sampai sekarang,” ungkap Yudhi Adidarta Karma, pada Kamis (27/11/2025).
Sejauh ini, pihaknya masih menunggu informasi dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) aplikasi OM-SPAN Kementerian Keuangan Dana Desa (DD) Tahap II non earmark (tidak ditentukan) dibuka.
Disinggung imbas terhadap pencairan Anggaran Dana Desa, Yudhi Adidarta Karma tak bisa menjelaskan panjang lebar. Yang bisa dilakukan pihaknya saat ini adalah menunggu info dari pusat.
“Hingga saat ini belum ada kepastian, apa bisa mencairkan apa tidak?,” ujarnya.
Namun, untuk earmark (ditentukan) seperti program ketahanan pangan masih aman. Tapi untuk program fisik tidak bisa cair.
Diakhir, Yudhi Adidarta Karma meminta agar pemerintah desa yang mengalami hambatan pencairan untuk sabar, sambil menunggu info dan kepastian dari pusat.
“Semoga aplikasi OM-SPAN bisa normal dan bisa diakses kembali,” pungkasnya. (MLDN)

