Sampang || Detik24jam.id – Ketegangan politik lokal di Kabupaten Sampang kembali memanas setelah polemik jadwal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tak kunjung mereda.
Meski gelombang demonstrasi dan tekanan publik, termasuk dari Forum Aktivis Madura (FAM) terus mengemuka, Bupati Sampang, Slamet Junaidi, tetap bergeming.
Ia secara tegas memastikan Pilkades baru akan digelar pada 2027, bukan pada 2026 seperti yang didesakkan berbagai elemen masyarakat.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara puncak peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di Gedung PKPRI Trunojoyo, Minggu (23/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyatakan bahwa APBD Sampang saat ini sedang terbebani berbagai kebutuhan prioritas, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga sektor pendidikan.
Karena itu, pemerintah daerah disebut perlu menyiapkan anggaran Pilkades secara lebih matang.
“Beban APBD kita banyak. Bukan tidak mau menggelar Pilkades, tetapi harus ada perencanaan yang jelas. Kami pastikan 2027 nanti Pilkades terlaksana, dengan harapan dapat digelar serentak di 180 desa,” tegasnya. Rabu (26/11/2025)
Sikap tersebut sontak memantik reaksi keras dari kalangan pemuda dan aktivis yang tergabung dalam FAM.
Mereka menilai pemerintah daerah tidak responsif terhadap aspirasi masarakat yang sudah lama menunggu proses demokrasi di tingkat desa.
Di konfrensi Pers kemarin FAM menegaskan akan menggelar aksi lanjutan apabila pemerintah tetap tidak membuka ruang pembahasan anggaran Pilkades 2026.
“Saya pastikan akan ada gelombang demonstrasi yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Lima kali lipat besarnya,” tegas Mausul salah satu Korlap aksi di demo sebelumnya. (MLDN)

