Miris!!! Gara-Gara Dana Macet MBG DWS Krampon: Program Pemenuhan Gizi Anak Alami Stagnasi di Sampang

by
Detik24jam.id/Foto/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG DWS di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dilaporkan tidak beroperasi hampir satu minggu terakhir. Mandeknya pelayanan tersebut terjadi lantaran terkendala modal operasional dan belum turunnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Sampang || Detik24jam.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG DWS di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dilaporkan tidak beroperasi hampir satu minggu terakhir. Mandeknya pelayanan tersebut terjadi lantaran terkendala modal operasional dan belum turunnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Kondisi terhentinya pelayanan MBG dibenarkan oleh Babinsa Koramil 0828/04 Torjun, Peltu Muhammad, usai dikonfirmasi media. Ia menjelaskan bahwa pemberhentian sementara layanan dilakukan agar tidak menimbulkan masalah administratif dan hukum terkait penggunaan dana cadangan.

“Dana dari pusat sampai sekarang belum cair, jadi sementara aktivitas dihentikan dulu,” ungkap Peltu Muhammad, Selasa ( 25/11/2025).

“Kemarin sempat berjalan memakai sisa dana tahap sebelumnya, tapi sudah habis. Kalau dipaksakan, takut jadi temuan,” jelasnya.

Peltu Muhammad menambahkan bahwa pengajuan percepatan pencairan anggaran telah diajukan oleh pihak terkait. Layanan dipastikan akan kembali beroperasi begitu dana resmi diterima.

“Begitu dana masuk, kegiatan kembali aktif seperti biasa. Kita semua berharap segera cair,” tegasnya.

Sementara itu, Satgas MBG Kabupaten Sampang melalui Darmanto juga membenarkan bahwa kendala pencairan dana pusat menjadi penyebab utama berhentinya operasional MBG di sejumlah titik.

“Memang benar, dana transfer dari pusat belum cair. Jadi operasional belum bisa berjalan,” terang Darmanto ketika dikonfirmasi terpisah.

Di sisi lain, kepala SPPG yang menjadi pihak pengelola lapangan belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait alasan teknis dan perkembangan pencairan anggaran, dengan alasan masih menunggu informasi resmi dari dinas terkait.

Mandeknya pelayanan MBG dikeluhkan sejumlah wali murid di wilayah Torjun, terutama para orang tua yang anaknya sebelumnya rutin menerima layanan menu gizi tersebut. Mereka berharap agar pemerintah segera mengambil langkah cepat.

“Banyak orang tua bertanya kenapa tidak ada pembagian MBG. Kami berharap segera aktif kembali,” ujar salah satu wali murid.

Program MBG selama ini dinilai penting dalam peningkatan asupan gizi bagi anak sekolah dasar di wilayah pedesaan. Dengan belum beroperasinya dapur gizi, masyarakat berharap pemerintah pusat mempercepat realisasi anggaran agar proses pelayanan kembali berjalan normal.(MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *