SAMPANG || Detik24jam.id — Dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jatim menggelar pasar murah di halaman Kantor Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jum’at (14/11/2025). Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain, Kepala Bakorwil Pamekasan 4 Muhyi S. Sos., Msi, Perwakilan Bulog Madura, serta Kasi PMD H. Ismail S. Sos, turut hadir jajaran TNI-Polri dan Bulog Kabupaten Sampang yang turut memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.
Perwakilan Camat Omben, Kasi PMD, H. Ismail, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI merupakan bagian dari dukungan terhadap pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas.
“Kami hadir untuk membantu pemerintah daerah menstabilkan harga sembako dan memastikan masyarakat mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang akhir tahun,” ujarnya.
Beragam bahan kebutuhan dijual dengan harga murah, di antaranya: Beras SPHP: Rp55.000/sak, Beras Premium Jatim Cetar: Rp70.000/sak, Beras Rojo Lele: Rp64.000/sak, Minyak goreng: Rp13.000/liter, Gula putih: Rp14.000/kg, Telur ayam: Rp23.000/kg, Tepung terigu: Rp10.000/kg, Bawang merah (250 g): Rp7.000, dan Bawang putih (250 g): Rp6.000
Tak butuh waktu lama, antrian pembeli langsung memadati area penjualan, terutama di stan beras dan minyak goreng yang menjadi komoditas paling diminati. “Harga jauh lebih murah dibandingkan pasar. Lumayan buat stok di rumah,” ujar Bu. Hamah, warga desa Rapa Laok yang datang bersama keluarganya.
Melalui pasar murah ini, Pemerintah Provinsi Jatim berharap dapat membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-80 Jawa Timur yang tidak hanya bernuansa seremonial, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat di akar rumput. (MLDN)













