Breaking News : Ketua BPD Desa Kodak Bersimbah Darah Diduga Dianiaya Warga

by
Breaking News : Ketua BPD Desa Kodak Bersimbah Darah Diduga Dianiaya Warga

 

Sampang || Detik24jam.id — Suasana Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, mendadak tegang pada Rabu (22/10/2025) Pagi. Seorang pria yang diduga merupakan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) (F) Desa Kodak mengalami penganiayaan oleh sejumlah warga. Peristiwa ini sontak menghebohkan masyarakat dan menjadi pembicaraan hangat di berbagai kalangan.

Dalam sebuah rekaman video berdurasi sekitar 17 menit yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang pria berlumuran darah di bagian kepala dan tubuhnya. Dari percakapan yang terekam dalam video tersebut, terdengar beberapa warga berteriak memanggil nama Camat Torjun, seolah meminta pihak kecamatan turun tangan menyelesaikan kejadian tersebut.

Kapolsek Torjun melalui salah satu anggotanya membenarkan adanya peristiwa penganiayaan di wilayah Desa Kodak. Namun, aparat kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih rinci terkait motif dan kronologi pasti kejadian itu.

“Benar ada kejadian dugaan penganiayaan di Desa Kodak. Saat ini Kapolsek berada di lokasi, dan masih melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi,” ujarnya saat di kantor.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari warga setempat, peristiwa ini diduga berawal dari perselisihan terkait tanah pecaton atau tanah desa yang menjadi hak garap warga. Sengketa lahan tersebut kabarnya sudah berlangsung lama dan sempat beberapa kali dimediasi oleh pihak desa, namun belum menemui titik terang.

Sejumlah saksi mata di lokasi yang enggan di sebutkan namanya mengungkapkan bahwa korban sempat datang untuk membicarakan permasalahan tanah bersama beberapa warga. Namun, suasana musyawarah berubah panas hingga berujung pada tindakan kekerasan. Korban yang mengalami luka di bagian kepala kemudian dievakuasi oleh warga lain untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam perawatan dan belum dapat dimintai keterangan secara langsung. Polisi juga belum menetapkan tersangka dan terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi serta mengamankan bukti rekaman video yang beredar.

Kasus dugaan penganiayaan ini menambah panjang daftar persoalan yang bersumber dari konflik agraria di tingkat desa. Aparat diminta bertindak cepat agar tidak menimbulkan keresahan dan perpecahan sosial di masyarakat Desa Kodak, Torjun.(MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *