Madiun, detik24am. Id-Pemotongan ayam adalah proses yang penting dalam industri makanan yang melibatkan pemisahan daging ayam dari bagian-bagian lainnya. Namun, seringkali limbah yang dihasilkan dari proses ini tidak dikelola dengan baik, mengakibatkan pencemaran air yang serius.
Pembuangan limbah pemotongan ayam yang tidak benar dapat memiliki dampak negatif yang signifikan pada lingkungan dan kualitas air. Beberapa dampak yang mungkin terjadi adalah, kontaminasi bakteri dan patogen, peningkatan konsentrasi nutrien, pencemaran bau yang menimbulkan banyak lalat.
Seperti yang terjadi di Desa Pulerejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Diperoleh keterangan dari masyarakat sekitar bahwa Tanah Kas Desanya (TKD) yang berada tepat dibelakang kantor desa tersebut disewakan untuk parkir dan pencucian truck yang habis kirim ayam ke PT. Charoen Pokphand Indonesia (pabrik ayam kemasan) yang juga disekitarnya.

Ketika tim media bertandang ke Desa Pulerejo, Rabu (6/12/2023) mendapat keterangan dari masyarakat, bahwa akibat dari adanya truck ayam yang parkir dan mencuci di area parkir tersebut menjadi bau dan banyak lalat. Dan yang menjadi keluhan masyarakat, dengan banyaknya lalat nantinya akan menimbulkan suatu penyakit.
Sayem (nama samaran) menjelaskan, “sejak ada banyak truck ayam yang parkir dan cuci disitu jadi bau dan banyak lalat. Yang saya takutkan dengan banyak lalat ini menimbulkan penyakit”.
“Ketika kami menyampaikan ke pemdes, pak Kades bilang “kas desanya mau ada isinya apa tidak?”. Maka itu kami sebagai rakyat kecil tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Parjo (nama samaran).
Saat dihubungi via whattsapp (WA) Kepala Desa Pulerejo, yang sedang diluar kota menyampaikan, “Kalau lalat itu sudah ada dari dulu mas”.
(SM

